Tradisi Merah Putih Tetap Hidup, Meski Penjualan Atribut Kemerdekaan Belum Meningkat

HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai atribut bernuansa merah putih, termasuk umbul-umbul.

Di tengah perubahan tren dan kondisi ekonomi, muncul pertanyaan mengenai relevansi pembelian umbul-umbul sebagai bentuk partisipasi memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK pada Senin, (3/8/2026), pengemudi Grab, Ito, menilai pemasangan bendera Merah Putih lebih sering dilakukan di rumah, sedangkan umbul-umbul dipasang di halaman.

Menurut Ito, pemasangan atribut kemerdekaan masih penting karena terdapat imbauan agar setiap rumah, tempat usaha, serta instansi pemerintahan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Warga Kota Kupang, Justin, menilai tradisi memasang umbul-umbul masih layak dipertahankan. Kehadiran umbul-umbul di sepanjang jalan menghadirkan suasana khas menjelang peringatan 17 Agustus sekaligus mengingatkan masyarakat terhadap makna perjuangan para pahlawan.

Semangat kemerdekaan, menurutnya, perlu terus dijaga melalui penghormatan terhadap nilai sejarah dan pengorbanan para pejuang bangsa.

Penjual umbul-umbul Merah Putih di Bundaran Tirosa, Yufri, mengaku penjualan hingga awal Agustus masih berada di bawah pencapaian tahun sebelumnya.

Lapak telah beroperasi sejak akhir Juli, namun jumlah pembeli belum mengalami peningkatan. Mayoritas pelanggan membeli umbul-umbul dan bendera Merah Putih untuk dipasang di rumah.

Harga yang ditawarkan bervariasi mulai Rp5.000 hingga Rp200.000, bergantung pada ukuran dan jenis produk.

Umbul-umbul berukuran panjang sekitar 10 meter menjadi salah satu produk dengan harga tertinggi. Selain umbul-umbul dan bendera, tersedia pita, topi, serta perlengkapan pawai dan karnaval. Penjualan berlangsung hingga 16 Agustus.

Menurut Yufri, rendahnya minat beli dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya berkaitan dengan menurunnya antusiasme masyarakat terhadap perayaan Hari Kemerdekaan sehingga berdampak pada penjualan atribut merah putih.

Masyarakat Kota Kupang, Mikel, menilai keberadaan pedagang umbul-umbul di tepi jalan memudahkan masyarakat memperoleh atribut kemerdekaan tanpa harus mencari ke lokasi lain.

Keberadaan lapak musiman dinilai membantu kebutuhan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Sementara itu, penjual umbul-umbul Merah Putih di kawasan Patung Kirab, Deki Benu, berharap agar semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan tetap terjaga sehingga tradisi pemasangan bendera dan umbul-umbul terus menjadi bagian dari peringatan 17 Agustus.

Pemasangan umbul-umbul dan bendera Merah Putih menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan bangsa sekaligus menyemarakkan Hari Kemerdekaan.