Tragedi di Papua Guru NTT Jadi Korban Kelompok Kriminal

Nasib Guru NTT di Tanah Papua.

Weapon gun. Men's hand holding a gun. The second hand is defending.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Jumat, (21/3/2025), beberapa individu menjadi korban serangan yang dilakukan oleh KKB Papua.

Salah satu korban yang dilaporkan tewas adalah seorang guru asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Insiden tersebut terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, di mana sejumlah guru dan seorang tenaga kesehatan menjadi sasaran.

Dalam wawancara dengan wartawan, pada Senin, (24/3/2025), Aula El Tari Kupang, Ketua Pengurus Provinsi PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, SH, MH, CMe.CPArb, menyampaikan bahwa pemerintah perlu bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.

Ketua PGRI NTT menegaskan kejadian seperti itu seharusnya dapat dicegah jika sistem perlindungan yang lebih baik diterapkan.

Para guru yang berjuang untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di Papua seharusnya mendapatkan penghargaan dan perlindungan yang layak.

Semuel Haning juga mengungkapkan harapannya agar pemerintah mengambil tanggung jawab atas kematian seorang guru asal Flores Timur.

Sementara itu, Lantai 4 Aula Fernandez, Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., menjelaskan, meskipun Papua memiliki wilayah yang sangat luas dan tantangan yang kompleks, pihaknya berupaya menjaga keamanan dengan sebaik-baiknya.

Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes berharap agar mereka yang masih belum menyadari pentingnya perdamaian dapat bergabung NKRI dalam upaya bersama untuk membangun Indonesia, dengan melibatkan semua elemen masyarakat, tentara, dan pemerintah.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelumnya dikenal dengan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang telah beroperasi sejak tahun 1965.