Wagub NTT Johni Asadoma Ajak Pemuda Jadi Terang dan Pembawa Kasih di Tengah Masyarakat

Yesus Berkat Terbesar di Hidupku.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menghadiri kegiatan ‘Saat Teduh Bersama dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)’ bersama Ps. Philip Mantofa yang diselenggarakan oleh Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang, Jumat (7/8/2026) malam, bertempat di Stadion Oepoi, Kota Kupang.

KKR tersebut mengusung tema “Yesus Berkat Terbesar di Hidupku” dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma mengajak generasi muda untuk memiliki kecerdasan sekaligus kekuatan iman kepada Tuhan. Kekuatan iman dinilai mampu menuntun seseorang menjalani kehidupan pada jalan yang benar serta memberikan dampak positif bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Johni Asadoma mengutip Injil Matius pasal 5 ayat 16 yang mengingatkan umat untuk menjadi terang bagi sesama melalui perbuatan baik sehingga nama Tuhan dimuliakan.

Menurut Johni Asadoma, menjadi terang berarti menghadirkan kasih sayang di lingkungan keluarga, tempat tinggal, tempat kerja, maupun lingkungan sosial. Kehadiran seseorang semestinya memberikan rasa nyaman, kebahagiaan, serta kebaikan bagi orang-orang di sekitarnya.

Sebaliknya, kehadiran yang menimbulkan keresahan, rasa risih, dan ketidaknyamanan menunjukkan belum hadirnya kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Johni Asadoma juga mengajak seluruh masyarakat NTT menjaga persatuan dan kerukunan. NTT dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan keberagaman suku, budaya, bahasa, serta denominasi gereja.

Keberagaman dan kerukunan dipandang sebagai anugerah Tuhan yang perlu dirawat melalui toleransi, kasih sayang, dan semangat gotong royong. Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan membutuhkan kepedulian serta usaha bersama.

Semangat menjaga kerukunan, menurut Johni Asadoma, juga dapat mendorong masyarakat menjadi lebih produktif dalam membangun daerah dan bangsa. Budaya kerja keras, saling membantu, kejujuran, sikap saling menghormati, serta semangat pantang menyerah perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Johni Asadoma menegaskan pembangunan NTT bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah, masyarakat, dan gereja memiliki peran bersama dalam membangun daerah.

Gereja dinilai mempunyai peran besar dalam pengembangan sumber daya manusia serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai bidang, termasuk pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pembukaan lapangan kerja, serta pendampingan bagi masyarakat dan jemaat yang hidup dalam keterbatasan.

Peran gereja juga terlihat melalui pelayanan hingga wilayah-wilayah terpencil di berbagai pulau. Kehadiran gereja bukan sekadar memberikan pelayanan secara fisik, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat, memberikan bantuan, serta menghadirkan perhatian dan kasih sayang.

Menurut Johni Asadoma, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek material. Perhatian dan kasih sayang juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Johni kembali mengingatkan pesan Alkitab dari Kolose pasal 3 ayat 23 agar setiap pekerjaan dilakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Pesan tersebut dinilai relevan dalam pekerjaan maupun pelayanan. Setiap tugas perlu dijalankan dengan kesungguhan, ketulusan, waktu, tenaga, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan masyarakat.

Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada Pastor Philip Mentoka bersama seluruh tim pelayanan, panitia, peserta, serta berbagai pihak yang telah mempersiapkan Lomba Kidung Rohani Season 3.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat iman, menghadirkan damai sejahtera, serta mendorong lahirnya generasi yang mampu menjadi pembawa kasih dan pengharapan bagi masyarakat Kota Kupang, NTT, hingga Indonesia.