Wali Kota Kupang Dukung Muspas KAK 2025 Menuju Indonesia Emas

dr. Christian Widodo ajak gereja adaptif hadapi era digital.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Senin (29/9/2025), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri pembukaan Musyawarah Pastoral (Muspas) 2025 Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang mengusung tema “Gereja Keuskupan Agung Kupang Berjalan Bersama Menuju Indonesia Emas melalui Transformasi Pendidikan”. Acara ini digelar di Gereja Katolik Santo Yoseph Pekerja Penfui dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, serta Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, bersama para undangan lainnya.

Musyawarah diawali dengan penyambutan kehadiran Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, secara adat natoni, yang disaksikan umat Katolik setempat. Sebagai bentuk penghormatan, diberikan kain tenun yang didampingi oleh Vikaris Jenderal KAK, RD. Krispinus Saku.

Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Pastoral ini dan menyambut baik tema besar yang diusung. Ia menyatakan dua hal penting dari tema tersebut, yakni “berjalan bersama” dan “transformasi pendidikan”, yang dimaknainya sebagai landasan penting dalam membangun Kota Kupang ke depan.

“Berjalan bersama ini adalah prinsip yang terus kami tekankan. Di tengah keterbatasan anggaran dan tuntutan efisiensi, kami harus saling mendukung dan berkolaborasi,” ujar Wali Kota dr. Christian Widodo.

Ia menceritakan kondisi anggaran yang sudah ditetapkan sebelum dirinya dan wakil wali kota dilantik pada awal 2025, serta kebijakan efisiensi besar-besaran dari pemerintah pusat yang memaksa mereka berhemat di berbagai sektor, termasuk memutuskan tidak membeli mobil dinas baru.

“Kami pakai mobil lama, cukup dicuci, ganti aki, dan ganti kaca. Satu mobil bisa hemat 800 juta. Dua mobil, 1,6 miliar. Ini bentuk komitmen kami untuk efisiensi dan kebersamaan,” jelasnya.

Wali Kota dr. Christian Widodo juga mengatakan pentingnya transformasi pendidikan yang tidak bisa dilepaskan dari transformasi digital.

“Transformasi pendidikan itu tak bisa jalan tanpa digitalisasi. Dunia bergerak ke arah digital—ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan gereja pun harus menyesuaikan diri. Digitalisasi ini bukan hanya alat, tapi katalisator perubahan,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai kemudahan yang ditawarkan digitalisasi, mulai dari pengurusan administrasi seperti KTP dan KK hingga pembayaran non-tunai yang mengurangi potensi kebocoran dana.

Wali Kota Kupang juga menjelaskan sosok Santo Carlo Acutis yang baru saja dikanonisasi oleh Paus Leo XIV pada 7 September 2025. Santo Carlo Acutis adalah anak muda yang dekat dengan Tuhan dan teknologi, menjadi contoh nyata bahwa iman dan teknologi bisa berjalan beriringan.

Mengakhiri sambutannya, dr. Christian Widodo mengajak seluruh peserta Musyawarah Pastoral untuk terus membangun semangat kebersamaan dan kesiapan menghadapi masa depan melalui pendidikan dan teknologi.

“Kita memang tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar kita,” pungkasnya.