Wali Kota Kupang Launching Dua Buku Sejarah Kerajaan Taebenu di Makam Raja Tanof

dr. Christian Widodo apresiasi hasil karya buku sejarah bagi generasi penerus untuk menambah wawasan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi meluncurkan dua buku berjudul Melawan Lupa di Kerajaan Taebenu: Jejak Makam & Istana Raja Tanof dalam Warisan Budaya Abadi serta Serpihan Kisah Raja-Raja Tanof pada Kerajaan Taebenu dan Implikasinya bagi Generasi Muda Masa Kini. Acara berlangsung di Kompleks Makam yang ada di Taebenu, Manutapen, Rabu (26/11/2025).

Kedatangan Wali Kota disambut secara adat melalui natoni dan tarian penyambutan dibawakan oleh UPTD SD Negeri Pal 1. Selanjutnya, dr. Christian Widodo menaburkan bunga di makam leluhur Raja Tanof sebagai bentuk penghormatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan. “Sebagai insan yang bertakwa, kita patut bersyukur karena hari ini kita bisa hadir dalam keadaan sehat. Tuhan merestui, leluhur juga merestui,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa cuaca tiba-tiba sejuk saat sambutan berlangsung. “Tadi panas sekali, tapi pas saya naik ke sini, anginnya sejuk. Ini baik sekali,” katanya.

Wali Kota dr. Christian Widodo memberi apresiasi kepada keluarga besar Tanof karena telah menjaga situs bersejarah tersebut. Ia memastikan bahwa tahun 2026 situs tersebut akan ditata lebih baik. “Situs ini sudah di-SK-kan sebagai cagar budaya. Tahun 2026 saya siapkan anggaran untuk memperbaiki semuanya. Setuju ya?” ujarnya.

dr. Christian Widodo kemudian menegaskan rencana renovasi. “Nanti saya telepon, coba siapkan 300 juta untuk perbaikan. Kita bikin spot foto yang bagus dengan ornamen kayu dan simbol hati, sesuai Kupang Kota Kasih. Termasuk tulisan dan makam-makam yang perlu ditata,” jelasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa penataan cagar budaya bisa memberi manfaat ekonomi. “Kalau orang datang berkunjung, kita bisa tarik retribusi bagi pengunjung luar. Ini akan menjadi PAD dan keluarga Tanof ikut menyumbang pembangunan Kota Kupang,” ujarnya.

Wali Kota Kupang mengatakan pentingnya merawat warisan leluhur. “Bicara Raja-Raja Tanof bukan hanya nostalgia. Kita belajar tentang kepemimpinan, semangat juang, dan nilai kesetiaan. Budaya itu bukan hanya warisan dari leluhur, tapi pinjaman dari anak cucu kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa membangun kota tidak hanya tentang gedung dan teknologi. “Membangun kota juga berarti mengajarkan sejarah, menjaga kebersihan taman, memastikan sekolah punya fasilitas yang baik. Hari ini keluarga Tanof sudah membantu membangun Kota Kupang melalui pelestarian sejarah,” ujarnya.

Menutup sambutan, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga Tanof. Ia sekaligus meresmikan dua buku sejarah tersebut. “Akhir kata, atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, saya meluncurkan kedua buku ini sebagai bagian dari pelestarian budaya Taebenu,” ucapnya. Ia juga meminta agar anggaran 100 juta disiapkan untuk memperbanyak produksi buku agar dapat dibagikan kepada masyarakat Kota Kupang.

Sementara itu, Penulis buku sekaligus Kepala UPTD SD Negeri Pal 1, Belmira Sagrada Ferrao Santos, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas peluncuran karya tersebut. “Hari ini sangat bersejarah bukan hanya bagi saya, tetapi bagi seluruh keluarga besar UPTD SD Negeri Pal 1 dan keluarga Tanof. Dua buku ini lahir dari proses satu tahun, dari kajian yang dalam terhadap jejak sejarah yang terawat hingga hari ini,” ujarnya.

Kepala UPTD SD Negeri Pal 1 menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan upaya melawan lupa. “Warisan leluhur bukan sekadar benda mati. Ia adalah inspirasi, identitas, dan kebanggaan bagi generasi hari ini,” ungkapnya.

Ia berterima kasih kepada keluarga besar Tanof, Wali Kota Kupang, dan seluruh pihak yang mendukung proses penulisan hingga terbitnya buku. “Satu nama di sampul buku mewakili begitu banyak nama lain yang memberikan energi, doa, dan dukungan. Tanpa mereka, buku ini mungkin hanya menjadi draft yang tak selesai,” ujarnya.