Uskup Dominikus Saku: Jangan Jadikan Rumah Tuhan Tempat Jual Beli

Misa pentahbisan dan peresmian gereja baru Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat.

Kefamenanu, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Misa Pentahbisan dan Peresmian Gereja Baru Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat dilaksanakan pada Selasa, (26/8/2025) pukul 10.00 WITA di Paroki Kiupukan. Misa ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Keuskupan Atambua dan dipimpin oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku.

Dalam homilinya, Mgr. Dominikus Saku mengingatkan umat agar menjaga kesucian rumah Tuhan dan hati masing-masing.

“Jangan jadikan rumah Bapa-Ku sebagai tempat jual beli,” ujarnya, merujuk pada tindakan Yesus yang mengusir para pedagang dari Bait Allah.

Ia melanjutkan bahwa hati manusia adalah bait Allah yang sejati, bukan sekadar bangunan fisik.

“Begitu kita dibaptis, hati kita telah ditahbiskan menjadi gereja Tuhan, tempat Roh Kudus berdiam. Jadi, gedung gereja ini hanyalah simbol. Yang terpenting adalah hati kita yang hidup bersama Tuhan,” tegasnya.

Mgr. Dominikus Saku juga menyatakan kondisi umat di tempat lain yang tidak bisa beribadah secara bebas, namun tetap teguh dalam iman.

“Ada saudara-saudari kita yang dilarang beribadah di gereja. Tapi mereka berkata, selama hati kami bersama Tuhan, kami bisa berdoa di bawah pohon,” ujarnya.

Menutup homilinya, ia mengajak umat untuk terus menjaga kemurnian hati dan membiarkan nama Tuhan terukir indah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus bertanya pada diri sendiri: apakah hati kita masih hidup bersama Tuhan? Apakah nama-Nya benar-benar tertanam dalam hati kita, atau justru mulai kabur?” tandasnya.

Keuskupan Atambua memiliki 67 paroki yang terbagi dalam empat dekenat, yaitu:

Dekenat Belu Utara (18 paroki)

Dekenat Malaka (20 paroki)

Dekenat Kefamenanu (19 paroki)

Dekenat Mena (10 paroki)