Ziarah Cinta dan Makna dari Florida ke Timur Matahari

Suara kemanusiaan dan kebijaksanaan bergema dari Radio TIRILOLOK.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Sabtu (4/10/2025), “Setiap perjalanan sejatinya adalah sebuah panggilan untuk kembali — bukan pada tempat, tetapi pada makna terdalam dari keberadaan.” Demikian ujar Pater Agus Seran, SVD, dalam dialog hangat bersama Radio TIRILOLOK, di sela-sela kunjungan spiritualnya bersama James, Susan, Kimberly, dan rombongan dari Florida, Amerika Serikat.

Bagi Pater Agus Seran, perjalanan ini bukan sekadar lintasan geografis dari Barat ke Timur, tetapi peziarahan batin dalam merayakan 25 tahun imamat—sebuah tonggak yang lebih dari sekadar angka. “Saya tidak mencari perayaan besar, saya mencari ke dalam,” ucapnya. Malaka pun menjadi metafora: sebuah tempat di mana tanah dan jiwa bertemu dalam keheningan yang penuh makna.

Susan, dengan nada suara lembut namun tegas, mengafirmasi bahwa cinta bukan sekadar emosi, melainkan fondasi keberadaan. “Cinta adalah jawaban paling purba dan paling bijak dari setiap pencarian manusia. Menyerah pada cinta bukan kekalahan; itu pencerahan,” tuturnya. Baginya, 45 tahun perjalanan hidup adalah kitab tak tertulis yang mengajarkan bahwa yang sejati bukan untuk dimiliki, tetapi untuk dihayati.

James, dalam refleksinya, menyebut komunitas Katolik sebagai rumah bagi benih-benih kesadaran rohani. Seminari bukan hanya ruang belajar, tetapi ruang tumbuh. Ia menyebut sosok Agustina sebagai cermin kasih yang tidak berteriak, tetapi bekerja dalam diam. “Kami menemukan bahwa yang kecil, yang sunyi, justru sering menyimpan kebenaran terdalam,” katanya.

Sementara Kimberly mengungkap keindahan yang tidak hanya ada pada lanskap, tetapi juga pada sapaan warga, kesegaran makanan lokal, dan ketekunan masyarakat dalam merawat alam. “Ada keintiman antara manusia dan bumi di sini, yang jarang kami temui di Amerika,” ujarnya. Ia merasa seperti pulang, meski belum pernah tinggal.

Kunjungan ini bukan akhir, melainkan percikan dari kesadaran baru. Sebuah ajakan sunyi bagi siapa pun yang mendengar: untuk tidak hanya melihat, tetapi mengalami; tidak hanya singgah, tetapi menemukan.

Potret bersama staf dan penggemar Radio TIRILOLOK menjadi saksi bisu atas perjumpaan yang melampaui bahasa dan budaya. Dan saat langkah mereka meninggalkan studio, yang tertinggal bukan hanya jejak, tetapi gema — bahwa hidup adalah ziarah, dan cinta adalah arahnya.