Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menggelar Angkat Sumpah Mahasiswa Profesi Ners pada Sabtu, (6/12/2025) di Hotel Neo Eltari – by Aston Kupang.
Sumpah Profesi Perawat merupakan janji profesional yang menandai peralihan mahasiswa dari pendidikan akademik menuju praktik sebagai perawat yang siap mengabdi. Melalui sumpah ini, lulusan diharapkan menjunjung tinggi kode etik keperawatan, menjaga kerahasiaan pasien, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai standar Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi Ners di Indonesia.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UCB, Ns. Sakti Oktaria Batubara, M.Kep., PhD, menjelaskan bahwa angkat sumpah kali ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 11 dan 12 yang telah lulus Uji Kompetensi Nasional.
“Ini adalah acara pengucapan sumpah untuk angkatan 11 dan 12 program Studi Ners. Yang berhak mengucapkan sumpah ini hanyalah mereka yang sudah lulus Ujian Kompetensi Nasional,” ujarnya. “Sekarang, setiap perguruan tinggi tidak bisa langsung mengambil sumpah meskipun mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh pendidikan, sebelum dinyatakan lulus uji kompetensi yang dilaksanakan serentak secara nasional.”
Ia menambahkan bahwa Uji Kompetensi Nasional merupakan syarat utama untuk memperoleh gelar Ners. Peserta yang mengikuti sumpah berasal dari jalur reguler maupun kelas karyawan melalui program alikredit.
Memang sebagian besar yang ikut sumpah kali ini adalah mereka yang sudah bekerja, atau yang sering disebut kelas karyawan. Namun ada juga lulusan SMA dari jalur reguler,” jelasnya. “Isi sumpah itu mengingatkan mereka untuk menghormati kehidupan sejak dalam kandungan, menghargai sesama, serta menghormati profesi lain. Harapannya, saat mereka bekerja nanti, nilai-nilai ini tetap diingat dan dijalankan.”
Total peserta sumpah profesi kali ini berjumlah 85 orang dari berbagai jalur pendidikan. Kegiatan sumpah profesi sendiri rutin digelar setiap tahun dengan jumlah peserta yang bervariasi, bergantung pada kelulusan Uji Kompetensi Nasional yang diselenggarakan tiga kali tiap tahun.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga menyampaikan harapan besar bagi para perawat yang baru disumpah.
“Kami berharap para perawat ini bisa semakin ramah kepada pasien. Kadang masyarakat menilai perawat itu galak atau kurang komunikatif. Jadi kalau ditanya, jawablah sesuai kapasitas,” ujarnya. “Memang ada informasi tertentu yang bukan kewenangan perawat untuk menjelaskan, itu ranah dokter. Tapi sekalipun beban kerja tinggi, kami berharap mereka tetap bisa tersenyum dan bersikap ramah, karena bagi pasien, senyuman itu sudah bisa menjadi obat.”
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan.
“Pendidikan mereka jangan berhenti di sini. Meskipun di Nusa Tenggara Timur belum ada pendidikan keperawatan jenjang S2, mereka tetap bisa melanjutkan di tempat lain. Dengan begitu, keterampilan dan kemampuan analisis mereka terhadap berbagai penyakit dan teknologi yang terus berkembang bisa semakin meningkat agar pelayanan kepada pasien lebih cepat dan efektif,” ujarnya.














