Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Logosi Institute, lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah naungan PT Filosi Exider Inovasi, terus mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi melalui penyelenggaraan Robotics Workshop 2026 di Aula BPVP Kupang. Kegiatan ini merupakan rangkaian Robotic Competition and Expo 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi, dengan tujuan memperkuat kompetensi di bidang sains, teknologi, dan inovasi, sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi robotik tingkat daerah.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Manager & Co-Founder Logosi Institute, Vivin Da Silva, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terlihat tinggi, khususnya dari kalangan pelajar SMA yang mendominasi kehadiran dalam workshop tersebut.
“Peserta memang berasal dari berbagai jenjang, mulai SD hingga perguruan tinggi. Namun, yang hadir hari ini didominasi siswa SMA. Meski begitu, pelajar SD dan SMP juga cukup banyak mengikuti sesi seminar umum dan terlihat sangat antusias,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kritis kepada para pemateri yang berasal dari kalangan akademisi.
“Para trainer hari ini merupakan akademisi dari berbagai kampus, seperti Politeknik Negeri Kupang dan Universitas Nusa Cendana. Peserta sangat aktif, bahkan dalam sesi konsultasi mereka mendiskusikan proyek-proyek karya ilmiah yang sedang dikembangkan,” tambahnya.
Namun demikian, Vivin juga menilai terkait keterbatasan kesiapan SDM di bidang teknologi di NTT. Menurut Vivin, hal tersebut menjadi salah satu alasan utama digelarnya pelatihan gratis tersebut.
“Dari hasil sosialisasi sejak Oktober hingga November, terlihat bahwa SDM kita memang belum sepenuhnya siap. Karena itu, workshop ini penting agar peserta mendapatkan pemahaman langsung dari akademisi yang kompeten,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun materi seperti coding, kecerdasan buatan (AI), dan robotika telah masuk dalam kurikulum nasional, implementasinya di sekolah masih belum optimal.
“Banyak guru informatika yang bukan berasal dari latar belakang bidang tersebut, sehingga materi belum tersampaikan secara maksimal. Padahal, dasar utama untuk memahami robotika adalah penguasaan matematika dan fisika,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Robotics Workshop 2026, Imo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan teknologi di NTT sekaligus upaya menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berinovasi.
“Kami ingin menghadirkan wadah bagi anak-anak muda di NTT agar bisa berkembang, khususnya di bidang teknologi dan robotik. Harapannya, dari kegiatan ini lahir inovator-inovator baru,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini workshop diikuti oleh 12 sekolah dengan total 18 tim, di mana setiap tim terdiri dari tiga peserta. Kegiatan dibagi dalam dua sesi, yakni untuk tingkat SD dan untuk tingkat SMP serta SMA.
Lebih lanjut, Imo menjelaskan bahwa proyek robotik yang dikembangkan peserta masih berbasis prototipe, namun memiliki potensi untuk dikembangkan ke skala industri.
“Contohnya seperti robot tempat sampah otomatis, robot pelayan restoran, hingga robot penghindar lintasan. Semua ini masih prototipe, tetapi ke depan bisa dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya.
Setelah mengikuti workshop, para peserta akan melanjutkan ke ajang kompetisi robotik yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Auditorium Politeknik Negeri Kupang (PNK), yang juga akan dirangkaikan dengan expo karya inovasi mahasiswa.
“Kami berharap partisipasi semakin meningkat dan peserta tetap semangat mempersiapkan diri, sehingga saat kompetisi nanti semua ide dan rancangan dapat diwujudkan dengan maksimal,” pungkasnya.














