SoE, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Upaya pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional terus mendapat perhatian dari dunia pendidikan.
Yayasan Swastisari Kupang melalui Sekolah Dasar Katolik (SDK) Yaswari Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berinisiatif menjalin kerja sama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang guna memperkenalkan sekaligus mengembangkan permainan tradisional di kalangan guru dan peserta didik.
Melalui surat undangan kerja sama yang ditandatangani Kepala SDK Yaswari Niki-Niki, Sr. Ma. Marselina Lodan, RVM, pihak sekolah menyampaikan keinginan untuk menghadirkan berbagai program pelatihan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter serta pelestarian budaya bangsa.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kerja sama yang direncanakan mencakup pelatihan bagi guru dan siswa mengenai berbagai jenis permainan rakyat dan olahraga tradisional yang selama ini mulai tergerus oleh perkembangan teknologi dan budaya modern.
Menurut pihak sekolah, program tersebut bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan kembali warisan budaya bangsa yang sarat nilai pendidikan.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru maupun peserta didik dalam mengembangkan permainan rakyat sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif.
“Permainan rakyat dan olahraga tradisional tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya bangsa, tetapi juga mengandung nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kerja sama, disiplin, kejujuran, serta kebersamaan yang sangat penting bagi pembentukan generasi muda,” demikian salah satu poin yang disampaikan pihak sekolah dalam surat undangan tersebut.
Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, menyambut baik inisiatif yang dilakukan Yayasan Swastisari melalui SDK Yaswari Niki-Niki. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian dunia pendidikan terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang kini menghadapi tantangan besar akibat perubahan gaya hidup masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Swastisari Kupang dan SDK Yaswari Niki-Niki yang memiliki komitmen untuk melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional melalui lingkungan sekolah.
Ini merupakan langkah strategis dalam membangun karakter anak sekaligus menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah generasi muda,” kata Goris Takene ketika dimintai tanggapannya, Kamis (18/6/2026).
Ia menegaskan, KPOTI Kota Kupang pada prinsipnya siap mendukung program tersebut melalui pendampingan, pelatihan, maupun pengenalan berbagai permainan rakyat yang memiliki nilai edukatif dan budaya.
Menurut Goris, sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk menghidupkan kembali permainan tradisional karena melibatkan peserta didik secara langsung dalam aktivitas yang mengembangkan kreativitas, kebugaran jasmani, serta kemampuan bersosialisasi.
“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Nusa Tenggara Timur untuk kembali menjadikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari proses pendidikan. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga turut menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” ujar mantan wartawan itu.
Rencana kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional di lingkungan pendidikan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Kabupaten Timor Tengah Selatan.














