Literasi Keuangan Menjadi Materi Wajib bagi Anggota Baru KSP Kopdit Solidaritas

Jalan Pulang Kepada Nilai.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang menggelar talkshow bertema “Jalan Pulang Kepada Nilai” di Studio Radio TIRILOLOK pada Sabtu (20/6/2026).

Acara tersebut menghadirkan Kepala Departemen Pemasaran dan Pengembangan Bisnis KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Blasius Lima, sebagai narasumber.

Dalam dialog interaktif, Blasius Lima menjelaskan bahwa pendekatan pengembangan anggota lebih mengutamakan pendidikan dibanding promosi yang bersifat masif. Kesadaran untuk bergabung dalam koperasi dinilai perlu dibangun melalui proses edukasi yang berkelanjutan agar anggota memahami manfaat, nilai, dan tujuan berkoperasi.

Menurut Blasius Lima, pendidikan motivasi menjadi tahap awal yang diberikan kepada calon anggota. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman yang memadai sebelum memutuskan bergabung. Dengan demikian, keanggotaan terbentuk atas dasar kesadaran dan pemahaman, bukan semata-mata karena ajakan atau pencapaian target perekrutan.

Sosialisasi dilakukan secara langsung di berbagai lingkungan, seperti sekolah, kelompok masyarakat, dusun, dan komunitas basis di tingkat desa.

Metode tersebut dipilih agar informasi mengenai koperasi dapat dipahami secara utuh, tidak hanya melalui penyebaran brosur atau materi promosi yang berpotensi menimbulkan beragam penafsiran.

Setelah menyatakan minat untuk bergabung, calon anggota mengikuti pendidikan dasar. Program tersebut ditujukan khusus bagi anggota baru dengan empat materi utama, yaitu pengenalan lembaga, jati diri koperasi, literasi keuangan, serta sejarah dan layanan koperasi.

Pendidikan tidak berhenti pada tahap dasar. KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang juga menyelenggarakan pendidikan lanjutan yang difokuskan bagi anggota yang akan mengajukan pinjaman.

Program tersebut bertujuan membekali anggota dengan pemahaman mengenai pengelolaan pinjaman dan tanggung jawab keuangan sebelum memperoleh layanan kredit. Pelaksanaan pendidikan lanjutan dilakukan secara berkala oleh setiap cabang.

Peserta yang akan mengajukan pinjaman pertama dikumpulkan dalam kelompok kecil untuk mengikuti pembekalan, sehingga seluruh proses pinjaman didasarkan pada pemahaman yang baik dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.