Satu Tahun Saboak, Perputaran Uang UMKM di Kota Kupang Tembus Rp6,3 Miliar

Saboak siap menyapa pengunjung setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, secara resmi memperingati satu tahun perjalanan Program Saboak dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Nostalgia Kupang, Minggu (21/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang juga menyerahkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada para pelaku usaha sebagai bentuk dukungan terhadap legalitas dan perlindungan usaha yang telah terdaftar secara resmi.

Dalam wawancara dengan wartawan, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Program Saboak yang telah memasuki tahun pertama.

Berbagai dinamika dan tantangan sempat dihadapi, termasuk kondisi cuaca yang kerap menjadi kendala. Namun seluruh proses dapat dilalui dengan baik hingga program terus berjalan dan berkembang.

Saat awal peluncuran, muncul berbagai keraguan terkait keberlanjutan program.

Pertanyaan mengenai minat pelaku UMKM untuk berjualan, antusiasme pengunjung, hingga keterlibatan komunitas dalam mengisi berbagai kegiatan menjadi perhatian banyak pihak.

Setelah satu tahun berjalan, seluruh keraguan tersebut terjawab melalui perkembangan yang terlihat secara nyata.

Lapak-lapak usaha selalu terisi penuh dan jumlah pendaftar yang masuk daftar tunggu terus bertambah. Sejak dibuka hingga saat ini, perputaran uang yang tercatat melalui Program Saboak telah mencapai lebih dari Rp6,3 miliar.

Nilai tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang tumbuh dan memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM di Kota Kupang.

Program Saboak juga memberikan keuntungan karena tidak membebankan biaya retribusi kepada pedagang. Seluruh hasil penjualan dapat dinikmati secara penuh oleh pelaku usaha, sementara uang yang dibelanjakan pengunjung terus berputar dalam aktivitas ekonomi lokal.

Tingginya antusiasme masyarakat mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk menambah jadwal pelaksanaan. Banyak pelaku usaha berharap durasi kegiatan diperpanjang agar kesempatan memperoleh pendapatan semakin besar.

Sebagai tindak lanjut, jadwal Saboak akan ditambah satu hari sehingga kegiatan berlangsung setiap Jumat dan Minggu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

Pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat bergantung pada satu sumber pendapatan saja, sehingga diperlukan berbagai terobosan yang mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus melakukan pembenahan dan pengembangan fasilitas. Penambahan lampu penerangan, perbaikan sejumlah sarana pendukung, peningkatan fasilitas toilet, pembangunan pos keamanan, serta penyediaan pusat informasi telah menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas kawasan Saboak.

Selain infrastruktur, sistem pengelolaan juga akan terus diperbaiki agar proses seleksi dan penempatan pelaku UMKM berlangsung lebih transparan dan tertata. Evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan seluruh pelaku usaha memperoleh kesempatan yang adil.

Meskipun masih terdapat berbagai kekurangan, Program Saboak dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di Kota Kupang.