Mahasiswa Akuntansi UNWIRA Buktikan Kepedulian Sosial Melalui PKM 2026

Accounting for Local Impact and Global Future.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si., yang mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi membuka kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang bertajuk “Accounting for Local Impact and Global Future” pada Sabtu (20/6/2026) di Kampus Merdeka UNWIRA Kupang.

Rangkaian kegiatan PKM Akuntansi 2026 telah dimulai sejak 6 Juni 2026 melalui aksi bersih pantai. Selanjutnya, pada 13 Juni 2026, para mahasiswa mengunjungi panti asuhan untuk berbagi kasih sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.

Acara puncak dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, antara lain Business Booth Competition, Lomba Tari, Duet Menyanyi Putra-Putri, serta Stand Up Comedy. Kegiatan juga menghadirkan penampilan hiburan dari Mega Beatbox Kupang, Yas Liufeto, dan Bosan (Kaboax).

Dalam sambutannya, Yanuar Dally menyampaikan salam dari Wali Kota Kupang yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di luar daerah. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa Akuntansi UNWIRA yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Menurut Yanuar Dally, akuntansi memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa setiap individu yang mengembangkan bakat dan talenta sesuai bidangnya akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih keberhasilan.

“Mahasiswa Akuntansi UNWIRA tidak hanya mengasah kemampuan akademik di bidang akuntansi, tetapi juga berani melangkah keluar untuk terlibat dalam kegiatan sosial, lingkungan, budaya, dan ekonomi. Ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Yanuar Dally juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang terlibat dalam aksi bersih pantai, kegiatan sosial di panti asuhan, pelestarian budaya melalui berbagai lomba seni, serta pengembangan UMKM melalui kegiatan bazar yang digelar dalam rangkaian PKM.

Menurut Yanuar Dally, keterlibatan mahasiswa dalam promosi dan pengembangan UMKM sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain itu, ia mengapresiasi kontribusi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNWIRA yang turut membantu pemerintah dalam melakukan evaluasi dan pengembangan koperasi di tingkat kelurahan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dinilai penting untuk memperkuat perekonomian daerah.

Yanuar juga mengajak mahasiswa untuk terus berani berinovasi dan berkreasi. Menurut Yanuar Dally, keberhasilan sering kali berpihak kepada mereka yang berani mengambil langkah dan menciptakan terobosan baru.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNWIRA Kupang, Dr. M. E. Perseveranda, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan PKM Akuntansi diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, membangun komunikasi yang baik, sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah maupun sektor swasta,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Program Studi Akuntansi, tetapi juga melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen dan Ekonomi Pembangunan.

Menurut Perseveranda, berbagai kegiatan kewirausahaan yang ditampilkan mahasiswa merupakan implementasi dari pembelajaran di kelas, khususnya pada mata kuliah kewirausahaan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu dipasarkan secara langsung.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena berperan penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama aspek soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

“Di dalam kelas mahasiswa memperoleh hard skill, tetapi di luar kelas mereka perlu mengembangkan soft skill seperti etika, kreativitas, inovasi, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim. Semua itu menjadi kebutuhan utama di dunia kerja saat ini,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNWIRA juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. FGD tersebut bertujuan menghimpun masukan dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja sebagai bahan penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Melalui pendekatan tersebut, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan dunia industri.

Perseveranda menegaskan bahwa kegiatan PKM akan terus dilaksanakan setiap tahun. Selain itu, pada perayaan Dies Natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis mendatang, pihaknya juga akan menggelar berbagai kegiatan, termasuk Festival Culturepreneur yang menggabungkan unsur kewirausahaan dan pelestarian budaya lokal.