Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara Bicara Buku Buku Bicara (B4) dengan tema Membongkar Kesakralan dan Menciptakan Keutuhan Puisi, karya Nong E. Yonson.
Kegiatan tersebut menghadirkan Marselina Ga’om, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, sebagai narasumber pada Minggu, 21 Juni 2026, di Studio Radio TIRILOLOK.
Dalam dialog interaktif, Marselina Ga’om menjelaskan bahwa puisi merupakan ruang ekspresi yang memungkinkan seseorang menyampaikan kegelisahan, pengalaman, dan refleksi atas realitas kehidupan. Puisi lahir dari berbagai fenomena, mulai dari peristiwa alam, kejadian di lingkungan sekitar, hingga persoalan sosial yang dialami maupun disaksikan oleh penciptanya.
Menurut Arche, buku karya Nong E. Yonson mengupas berbagai aspek penting dalam dunia perpuisian. Pembahasan mencakup hakikat puisi, teknik membaca puisi, serta sejumlah bentuk penyajian puisi seperti musikalisasi, teatrikalisasi, dan dramatisasi.
Selain menjelaskan jenis-jenis puisi, penulis juga menyertakan contoh-contoh yang memudahkan pembaca memahami materi.
Pada bagian musikalisasi puisi, dijelaskan bahwa proses memusikalisasikan puisi tidak sekadar membacakan puisi dengan iringan alat musik, melainkan membutuhkan pemahaman terhadap makna, irama, dan karakter puisi yang dibawakan. Daya tarik lain dari buku tersebut terletak pada keterkaitannya dengan budaya Sikka.
Berbagai sajak yang disajikan mengandung nilai-nilai budaya lokal sehingga memperlihatkan hubungan erat antara sastra dan kehidupan masyarakat.
Kehadiran unsur budaya memperkaya pembahasan sekaligus mempertegas relevansi puisi dalam kehidupan sehari-hari.
Buku tersebut juga memberikan panduan bagi pemula yang ingin menciptakan puisi. Pembahasan meliputi langkah awal dalam proses kreatif, teknik penulisan, tata cara pembacaan puisi, hingga metode memahami dan memaknai sebuah karya puisi secara mendalam.
Buku Membongkar Kesakralan dan Menciptakan Keutuhan Puisi terdiri atas 153 halaman dan menawarkan pembahasan yang komprehensif mengenai teori, praktik, serta keterkaitan puisi dengan budaya dan realitas sosial.














