Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Rabu (1/7/2026) di Aula Politeknik Negeri Kupang, Bank NTT menggelar kuliah umum manajemen perbankan yang diikuti 150 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Kupang semester II, IV, VI, dan VIII.
Kegiatan bertema “Peran Perbankan dan BUMD dalam Meningkatkan Perekonomian Nusa Tenggara Timur” itu menghadirkan Wakil Pimpinan Cabang Bidang Bisnis PT Bank NTT Joel Obaja Lak Apu, Komisaris Independen Mevi Charles Dominggus Anggi, SE, serta Direktur PDAM Kota Kupang Isidorus Lilijawa.
Dalam pemaparan materi, Wakil Pimpinan Cabang Bidang Bisnis PT Bank NTT, Joel Obaja Lak Apu, mengatakan Bank NTT terus memperluas literasi keuangan kepada masyarakat melalui sekolah, kampus, instansi pemerintah hingga wilayah pelosok.
Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan, regulasi terbaru, serta perkembangan layanan keuangan digital.
“Kami terus melakukan literasi keuangan secara berkelanjutan, mulai dari sekolah, kampus hingga instansi pemerintah.
Masyarakat harus memahami perkembangan produk dan layanan keuangan agar mampu memanfaatkan layanan perbankan dengan baik,” ujarnya.
Joel menjelaskan, Bank NTT juga memperluas akses layanan melalui jaringan kantor dan agen bank di daerah yang belum terjangkau jaringan internet. Menurutnya, kehadiran agen menjadi solusi agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan perbankan sekaligus memperoleh edukasi keuangan.
“Di daerah yang belum terjangkau internet, kami menghadirkan agen Bank NTT agar pelayanan tetap menjangkau masyarakat. Target kami adalah menjadi bank regional yang mampu melayani seluruh masyarakat NTT hingga pelosok,” katanya.
Sementara itu, Mevi Charles Dominggus Anggi mengatakan setiap penyaluran kredit kepada pelaku UMKM diawali dengan survei dan analisis kelayakan usaha. Selain menyalurkan pembiayaan, bank juga melakukan pendampingan untuk memastikan dana digunakan sesuai tujuan pengembangan usaha.
“Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memantau perkembangan usaha, melihat pertumbuhan bisnis, serta memastikan dana benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Jika ada kendala, kami ikut membantu mencari solusinya,” jelasnya.
Mevi juga mendorong mahasiswa mulai membangun jiwa kewirausahaan dan tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara.
“Mahasiswa harus memiliki visi menjadi pengusaha. Jika memiliki ide dan proposal usaha yang prospektif, kami siap mendukung melalui pembiayaan agar mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Di sisi lain, Isidorus Lilijawa menegaskan ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Isidorus Lilijawa, pelayanan air minum yang baik akan mendukung sektor pariwisata, perdagangan, industri hingga kesehatan masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang mendukung aktivitas ekonomi. Karena itu kami terus melakukan inovasi, mulai dari digitalisasi layanan, program sambungan rumah yang lebih terjangkau, hingga konservasi sumber air agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Ia mengakui tantangan utama penyediaan air bersih di Kota Kupang masih terbatasnya sumber air dan infrastruktur distribusi yang telah berusia puluhan tahun.
Meski demikian, PDAM terus berupaya meningkatkan pelayanan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang.














