Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,56 persen.
Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama komoditas emas dan bahan bakar, yang mendorong kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Di tengah meningkatnya inflasi, sejumlah pelaku usaha di Kota Kupang masih mempertahankan harga produknya sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kondisi ini dinilai membantu menjaga daya beli konsumen, terutama menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Salah seorang pembeli, Ita Messakh, warga Kabupaten Rote Ndao, mengaku memilih berbelanja di sebuah toko kain di Jalan Jenderal Soeharto Nomor 3, Kelurahan Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, pada Jumat, (12/7/2026).
Menurut Ita, harga kain di toko tersebut masih relatif murah dibandingkan dengan harga di daerah asalnya.
“Kalau dibandingkan dengan di Rote, harganya jauh lebih murah. Karena itu saya memilih berbelanja di sini,” ujarnya.
Ita berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi agar masyarakat tetap memiliki daya beli yang baik. Menurut Ita, upaya menjaga harga tetap terkendali sangat penting karena kebutuhan masyarakat terus meningkat.
Selain menyediakan berbagai jenis kain, toko tersebut juga menjual seragam dan perlengkapan sekolah dengan harga yang bervariasi. Menjelang tahun ajaran baru, kebutuhan tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring banyaknya orang tua yang mempersiapkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak mereka.
Ia berharap pelaku usaha tetap mempertahankan harga yang terjangkau sehingga masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga akibat inflasi.
Menurut Ita, kestabilan harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung perputaran ekonomi daerah.














