Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – SMK Negeri 3 Kupang resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memberikan kesempatan kepada lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan vokasi yang berkualitas dan berdaya saing.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, di ruang kerjanya, Operator SMKN 3 Kupang, Osni Tanaem, Jumat (3/7/2026), mengatakan proses pendaftaran secara daring sejauh ini berjalan dengan baik. Sebagian besar kuota pada sejumlah kompetensi keahlian bahkan telah terpenuhi.
Menurut Osni, jurusan yang paling banyak diminati calon peserta didik adalah Busana, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Tata Kecantikan dan Kuliner (TCKT). Tingginya minat membuat kuota di beberapa jurusan cepat terisi.
“Hingga pagi tadi masih ada calon siswa yang menanyakan apakah kuota jurusan Busana masih tersedia. Namun, kuota yang dibuka mengikuti jumlah rombongan belajar yang telah disetujui dalam sistem.
Jika kuota sudah penuh, maka pendaftaran otomatis ditutup dan tidak bisa dilakukan penambahan secara offline,” jelas Osni.
Sementara itu, beberapa kompetensi keahlian yang hingga kini masih memiliki kuota tersedia antara lain Perhotelan, Kuliner, Kecantikan, dan Spa.
Osni mengungkapkan antusiasme masyarakat, khususnya para orang tua, sangat tinggi selama proses pendaftaran berlangsung. Namun, sistem pendaftaran yang sepenuhnya dilakukan secara online juga memunculkan sejumlah kendala.
“Banyak orang tua datang langsung ke sekolah karena anak mereka tidak mendapatkan jurusan yang diinginkan.
Sistem ini menggunakan kuota sehingga siapa yang lebih cepat mendaftar akan lebih dulu mendapatkan kursi,” katanya.
Ia menjelaskan, pada saat pembukaan pendaftaran, kuota di beberapa jurusan favorit bahkan habis dalam waktu sekitar satu menit. Kondisi tersebut membuat banyak orang tua panik dan mengira kesempatan mendaftar sudah tertutup, padahal pendaftaran dibuka dalam beberapa sesi setiap hari.
“Pihak sekolah terus memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa jika kuota pada sesi tertentu telah penuh, mereka masih dapat mencoba kembali pada sesi berikutnya sesuai jadwal yang tersedia. Namun, karena sistem berbasis kuota, persaingan tetap cukup ketat,” ujarnya.
Terkait mekanisme penerimaan, Osni menegaskan bahwa SMK tidak menerapkan sistem zonasi. Penerimaan peserta didik dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur umum, jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki KIP, PKH, atau KKS, serta jalur mutasi bagi anak yang mengikuti perpindahan tugas orang tua maupun anak pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).
Ia menjelaskan, pendaftaran Tahap I telah berlangsung pada 24–26 Juni 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 1–2 Juli 2026. Setiap hari pendaftaran dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 08.00–11.00 WITA dan 13.00–16.00 WITA.
Berdasarkan data sekolah, jumlah pendaftar pada Tahap I mencapai 455 orang, sementara pada Tahap II tercatat 52 orang.
Di akhir wawancara, Osni menyampaikan bahwa sebagian besar masukan dari masyarakat masih berkaitan dengan keterbatasan kuota pada jurusan favorit.
“Bagi calon siswa yang belum berhasil memperoleh kuota di jurusan pilihannya, kami mengimbau agar mempertimbangkan kompetensi keahlian lain yang masih tersedia. Sekolah tetap memberikan pendampingan kepada masyarakat, tetapi seluruh proses harus mengikuti aturan dan sistem yang berlaku,” pungkasnya.














