DPRD NTT Soroti Pengiriman Babi ke Sumba, Minta Tak Ada Diskriminasi

Stef Come Rihi, meminta proses distribusi ternak antar-pulau dilakukan sesuai regulasi dan tidak boleh ada perlakuan diskriminatif.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pengiriman ternak babi dari Kupang ke Sumba kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi I DPRD NTT, Stef Come Rihi, meminta proses distribusi ternak antar-pulau dilakukan sesuai regulasi dan tidak boleh ada perlakuan diskriminatif.

Stef mengatakan, jika ternak telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak dikirim, maka aspek  tersebut harus menjadi dasar dalam proses pengangkutan.

Ia juga menyoroti fungsi kapal feri sebagai sarana transportasi antarpulau yang tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi barang dan komoditas.

Menurut Stef, persoalan pengiriman ternak perlu segera dicarikan solusi karena ternak yang telah disiapkan dan ditampung terlalu lama dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Ia meminta pihak terkait memastikan dasar aturan yang digunakan dalam proses pengangkutan ternak melalui kapal fery.

Stef juga mempertanyakan adanya pengiriman armada ternak sebelumnya ke Sumba, sementara pengiriman lainnya disebut mengalami hambatan.

Menurut Stef Come Rihi, apabila memang terdapat perbedaan perlakuan tanpa dasar aturan yang jelas, hal tersebut perlu dipertanyakan.

“Kalau sampai tidak terjadi, ada diskriminasi,” ujar Stef.

Ia menegaskan DPRD NTT dapat mengambil langkah lebih lanjut apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, termasuk meminta penjelasan pihak berwenang mengenai kebijakan pengangkutan ternak melalui jalur penyeberangan.

Stef berharap seluruh pihak mengedepankan aturan, hasil pemeriksaan kesehatan hewan, serta kepentingan ekonomi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pengiriman ternak babi ke Sumba.