Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Anggota Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PSI, Simson Polin, mengapresiasi pemerintah provinsi yang membuka kembali akses pengiriman ternak babi dari Pulau Timor ke wilayah Sumba.
Hal itu disampaikan Simson saat ditemui wartawan di Pelabuhan Bolok, Sabtu (12/9/2026), saat proses pengiriman ternak babi menuju Sumba berlangsung.
Menurut Simson, pengiriman tersebut menjadi solusi atas tertahannya distribusi ternak babi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu sebelumnya menyebabkan penumpukan sekitar 450 ekor ternak milik masyarakat.
“Hari ini kapal perintis sudah mengangkut kurang lebih 12 truk sedang dan enam pikap, dengan total sekitar 450 ekor ternak babi,” ujar Simson.
Ia menjelaskan, pengiriman tersebut ditujukan ke wilayah Sumba, termasuk Sumba Barat Daya dan Sumba Timur.
Simson mengatakan, kelancaran distribusi ternak babi perlu dijaga agar tidak kembali terjadi penumpukan. Karena itu, ia mendorong adanya pola pengiriman yang lebih teratur dalam jangka menengah.
“Untuk jangka menengah, kami meminta agar pada penyeberangan reguler tetap bisa mengangkut minimal dua truk ternak babi setiap kali pelayaran,” katanya.
Sementara untuk jangka panjang, Simson mendorong pemerintah dan kementerian terkait menyiapkan armada yang secara khusus dapat mengangkut ternak, termasuk babi.
Menurut beliau, NTT memiliki sejumlah kapal ternak, namun fasilitas tersebut selama ini lebih banyak digunakan untuk sapi, kuda, kerbau dan jenis ternak lainnya.
“Kami sudah mengusulkan kepada kementerian terkait agar kapal ternak yang ada dapat memasukkan ternak babi dalam nomenklatur pengangkutan atau dimodifikasi sehingga bisa digunakan untuk ternak babi,” jelasnya.
Simson menilai distribusi ternak babi antarpulau memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Kelancaran pengiriman dapat membantu peternak, pelaku usaha, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tujuan.
Ia juga meminta agar pengiriman ternak tetap memperhatikan ketentuan karantina dan kesehatan hewan untuk mencegah penyebaran penyakit serta melindungi populasi ternak di daerah tujuan.
“Prinsipnya kami mendukung semuanya karena ini juga akan menambah pendapatan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Simson menambahkan, pasokan yang cukup di wilayah Sumba diharapkan dapat menjaga stabilitas harga ternak sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh babi untuk kebutuhan ekonomi maupun kegiatan sosial dan budaya.
Ketua komunitas peternak babi NTT, Marthen Bili, mengatakan sekitar 450 ekor babi diberangkatkan dalam pengiriman kali ini. Jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 1.000 ekor ternak yang sebelumnya telah disiapkan untuk dikirim.
“Masih ada sekitar 500 sampai 600 ekor yang belum diberangkatkan,” kata Marthen.
Ia menyebut ternak tersebut berasal dari sekitar 40 anggota komunitas dan tujuan utama pengiriman adalah Sumba Barat Daya.
Marthen mengapresiasi dibukanya kembali akses pengiriman dan berharap pemerintah terus memberikan kemudahan bagi para peternak.
“Harapan kami, ke depan pemerintah betul-betul memfasilitasi dan mempermudah kami sehingga usaha ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia memastikan ternak yang diberangkatkan telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan dan karantina. Setelah tiba di Pelabuhan Waikabubak, ternak akan diarahkan mengikuti prosedur karantina sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumba Barat Daya.
Marthen juga menyampaikan apresiasi kepada pihak KSOP yang telah membuka ruang bagi pengiriman ternak tersebut.
Menurut Marthen, meski sebelumnya sempat terjadi ketegangan dalam proses pengiriman, persoalan tersebut kini telah diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan bersama.














