Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar Talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Jumat, (14/8/2026).
Talkshow yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK tersebut mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”.
Hadir sebagai narasumber, Ketua Pengurus Puskopdit BK3D Timor, Ludgardis Maria Dadi, S.Pt, dan Ketua Dekopinda Kota Kupang, Nyoman Radjendra, S.Sos.
Dalam dialog interaktif, Ludgardis menjelaskan bahwa Puskopdit BK3D Timor merupakan koperasi sekunder yang menaungi koperasi-koperasi primer, khususnya koperasi simpan pinjam. Saat ini, Puskopdit BK3D Timor menaungi 23 koperasi primer yang tersebar di wilayah Pulau Timor dan Alor.
Menurut Ludgardis, koperasi memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya anggota koperasi.
Ia mengatakan, Puskopdit BK3D Timor terus mendorong peningkatan penetrasi pasar koperasi primer hingga 25 persen. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi koperasi terhadap perekonomian masyarakat menuju Indonesia Emas.
Namun, Ludgardis menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari besarnya aset maupun jumlah uang yang dikelola.
“Koperasi bukan saja kumpulan uang, tetapi juga kumpulan orang. Anggota bukan hanya pengguna, tetapi juga pemilik,” ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, seluruh aktivitas koperasi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan anggota. Prinsip koperasi, menurut Ludgardis, merupakan proses yang harus terus diperkuat melalui pelayanan, partisipasi, pendidikan, dan pemberdayaan anggota.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Kupang Nyoman Radjendra menjelaskan bahwa Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) merupakan organisasi gerakan koperasi yang berdiri sendiri dan berperan sebagai mitra pemerintah.
Ia menjelaskan, keberadaan dan peran gerakan koperasi tersebut berlandaskan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Menurut Nyoman, Dekopinda memiliki sejumlah tugas, antara lain melakukan sosialisasi kegiatan dan usaha koperasi, memberikan pendidikan perkoperasian, serta menyuarakan kepentingan dan perkembangan koperasi kepada pemerintah maupun pihak terkait.
“Dekopinda berperan untuk mendukung, mendorong, dan melindungi kegiatan koperasi,” jelasnya.
Nyoman menambahkan, secara kelembagaan terdapat koperasi primer dan koperasi sekunder. Sementara Dekopinda di tingkat kota menaungi dan mewakili kepentingan gerakan koperasi primer di wilayah kota, sedangkan pada tingkat provinsi berada dalam ranah Dekopinwil.
Ia menegaskan bahwa Dekopinda bukan berada di bawah Dinas Koperasi, melainkan merupakan organisasi gerakan koperasi yang menjalin kemitraan dengan pemerintah.
Dialog tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara gerakan koperasi, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Melalui tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, TIRILOLOK Solidarity Hour juga menjadi ruang edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai koperasi, sekaligus mendorong koperasi agar semakin adaptif, kuat, dan berorientasi pada kesejahteraan anggotanya.














