Komitmen Pemberantasan Korupsi Melalui Seni dan Kreativitas

Album Musik Menenun Suara Timor.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Indonesian Corruption Watch (ICW) bekerja sama dengan LBH APIK dan didukung oleh program USAID Integritas, meluncurkan album musik bertajuk “Menenun Suara Timor” untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).

Peluncuran album yang bermakna yang bertempat di Auditorium Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang pada Sabtu, 14 Desember 2024, sebagai wujud komitmen dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi melalui seni dan kreativitas.

Acara dimulai dengan dibuka oleh Perwakilan USAID, Lutfhi Ashari, yang menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi dalam menjaga demokrasi dan ekonomi.

Korupsi adalah merusak struktur pemerintahan, menghancurkan pekerjaan masyarakat, dan menguntungkan pihak-pihak tertentu, sehingga membahayakan kehidupan sosial dan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Operasional Kemitraan, Saiful Doeana, menjelaskan korupsi adalah kejahatan yang merusak sistem pemerintahan dan merugikan negara, serta harus dituntut melalui proses hukum.

Berikutnya, Direktur LBH APIK NTT, Ansy Damaris Rihi Dara, menekankan pentingnya suara perempuan dalam mengatasi masalah korupsi, terutama dengan memperhatikan kelompok rentan seperti perempuan, anak, dan difabel.

Suara-suara yang disampaikan melalui lagu diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan korupsi.

Akademisi UNDANA, Jovin menyatakan kepada Radio TIRILOLOK bahwa lagu adalah salah satu media paling efektif untuk menyuarakan kegelisahan masyarakat, khususnya generasi muda, tentang maraknya tindak pidana korupsi.

Jovin menilai pemilihan lagu sebagai sarana menyampaikan hak-hak generasi muda sangat tepat dan bermanfaat.

Fakta menunjukkan pada awal 2024, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia stagnan di angka 34, dengan peringkat turun dari 110 ke 115 dunia.