Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Keberhasilan program revitalisasi pendidikan di Nusa Tenggara Timur dinilai tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, saat menghadiri briefing media yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemdigi) di Hotel Aston Kupang, Senin (20/7/2026), menjelang kunjungan jurnalistik ke sejumlah sekolah penerima program revitalisasi pendidikan.
Menurut Ernest, pelaksanaan program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2025 dapat diselesaikan dengan baik berkat sinergi yang terbangun di semua tingkatan. Meski masih terdapat sejumlah kekurangan selama proses pelaksanaan, seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui koordinasi bersama kementerian terkait dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Puji Tuhan, sampai akhir program tahun 2025 semuanya dapat terlaksana dengan baik. Kalaupun ada kekurangan, kami benahi bersama dengan kementerian dan BPK sehingga seluruh proses dapat berjalan sesuai harapan,” kata Ernest.
Ia mencontohkan SD Inpres Naimata sebagai salah satu bukti nyata keberhasilan kolaborasi tersebut.
Selain memperoleh dukungan anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Kupang juga mengalokasikan anggaran melalui APBD, sementara orang tua siswa turut berpartisipasi dalam pembangunan 12 ruang belajar beserta fasilitas pendukungnya.
“Di sekolah ini tidak hanya ada dana dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah ikut mendampingi melalui APBD, sementara orang tua murid juga berpartisipasi dalam pembangunan. Ini menunjukkan kolaborasi yang luar biasa,” ujarnya.
Ernest menambahkan, pembangunan pendidikan ke depan perlu terus mengedepankan pendekatan pentahelix, yakni memperkuat sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan media. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata.
“Keberhasilan pendidikan akan lebih mudah dicapai ketika semua pihak terlibat. Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap semangat kolaborasi yang telah terbangun melalui program revitalisasi pendidikan dapat terus dipertahankan dan diperluas sehingga menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya di Kota Kupang, tetapi juga di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Kepala SD Inpres Naimata, Martinus Klau, mengatakan revitalisasi sekolah telah membawa perubahan yang signifikan terhadap lingkungan belajar. Fasilitas yang lebih memadai, menurut dia, meningkatkan kenyamanan guru dalam mengajar sekaligus menumbuhkan semangat belajar para siswa.
“Kami sangat bersyukur karena pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sekolah. Dengan dukungan pemerintah dan orang tua, proses belajar mengajar menjadi jauh lebih baik,” tutur Martinus.
Sebagai bagian dari publikasi program tersebut, Kemdigi menjadwalkan kunjungan jurnalistik ke sejumlah sekolah penerima revitalisasi pada Selasa (21/7/2026).
SD Inpres Naimata menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi media untuk melihat secara langsung dampak program revitalisasi terhadap proses belajar mengajar di sekolah.














