Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang menggelar talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour, Jumat (18/9/2026).
Talkshow yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK tersebut mengusung tema “Koperasi, Kebersamaan yang Membawa Berkah” dengan menghadirkan Dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Romo Antonius Ignasius Nggino Tukan, S.Fil., M.Th.
Dalam dialog interaktif tersebut, Romo Antonius menjelaskan koperasi merupakan badan usaha yang dijalankan bersama oleh para anggotanya dan memiliki izin dari pemerintah. Berbeda dengan perseroan terbatas yang pengambilan keputusannya dipengaruhi besarnya modal, koperasi menerapkan prinsip satu anggota satu suara.
“Dalam koperasi, besar kecilnya simpanan anggota tidak menentukan jumlah suara dalam pengambilan keputusan. Setiap anggota memiliki satu suara,” ujarnya.
Romo Antonius juga menjelaskan sejumlah jenis koperasi yang berkembang di masyarakat, di antaranya koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, dan koperasi produksi. Di Kota Kupang, koperasi simpan pinjam menjadi salah satu jenis koperasi yang banyak dikenal masyarakat.
Romo Antonius, yang telah menjadi anggota KSP Kopdit Solidaritas sejak 2012, mengatakan koperasi memberikan manfaat dalam membantu memenuhi kebutuhan finansial anggota. Sebagai dosen, ia mengaku pernah memanfaatkan fasilitas pinjaman koperasi untuk memenuhi kebutuhan peralatan kerja.
“Sebagai anggota, saya merasakan koperasi dapat membantu ketika kita memiliki kebutuhan tertentu, termasuk kebutuhan untuk menunjang pekerjaan,” ujarnya.
Selain manfaat finansial, Romo Antonius menilai hubungan antara anggota dan koperasi juga dibangun dalam suasana kekeluargaan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan berkoperasi.
“Koperasi bukan hanya soal pinjaman atau simpanan, tetapi juga tentang kebersamaan dan bagaimana anggota saling mendukung,” ujarnya.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, koperasi dinilai dapat menjadi wadah bagi anggota untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus membangun hubungan yang saling mendukung.














