Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Komunitas Biara Bruder Beato Gregorius (BBG) Kupang mengadakan kegiatan rekoleksi dalam rangka menyongsong perayaan Paskah 2025. Rekoleksi ini berlangsung pada Sabtu, (5/4/2025), bertempat di Kapela Komunitas BBG. Kegiatan dipimpin oleh Br. Icam Thaumaet, SVD, dan diikuti oleh para imam, bruder, suster, dan frater yang tinggal di komunitas tersebut.
Dalam sesi permenungan, Br. Icam menyampaikan lima pesan inspiratif dari sebuah pensil sebagai simbol reflektif untuk memasuki masa pertobatan dengan hati yang terbuka dan penuh kesadaran.
Pertama, pensil bekerja karena ada tangan yang menggerakkannya. Hal ini menjadi gambaran bahwa manusia sejatinya tidak berjalan sendiri dalam hidup ini. Ada tangan ilahi yang senantiasa membimbing, mengarahkan, dan menyertai setiap langkah kehidupan. Kesadaran akan kehadiran Allah yang aktif dalam kehidupan harian mendorong setiap pribadi untuk menyerahkan diri dalam bimbingan-Nya, serta mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup merupakan bagian dari rencana-Nya yang penuh kasih.
Kedua, pensil harus diasah agar tetap tajam dan berfungsi dengan baik. Dalam kehidupan rohani, berbagai tantangan, penderitaan, kritik, maupun kegagalan merupakan bagian dari “pengasahan” yang membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih matang, rendah hati, dan mampu berkembang. Pengalaman-pengalaman ini menjadi jalan pembentukan diri agar lebih peka terhadap kehendak Allah dan lebih siap untuk melayani sesama dengan hati yang bersih.
Ketiga, pensil memiliki penghapus untuk memperbaiki kesalahan. Pesan ini mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dalam perjalanan hidup, kesalahan dan dosa adalah bagian dari kenyataan. Namun, seperti halnya penghapus yang mampu mengoreksi goresan yang keliru, Allah pun memberikan rahmat pengampunan bagi siapa saja yang dengan rendah hati datang dan bertobat. Masa prapaskah adalah waktu yang tepat untuk kembali kepada Tuhan, memohon ampun atas dosa-dosa, dan membarui komitmen hidup dalam terang Injil.
Keempat, bagian terpenting dari pensil bukan terletak pada luarnya, melainkan pada karbon yang berada di dalamnya. Pesan ini menyoroti pentingnya kualitas batiniah daripada penampilan fisik semata. Dalam dunia yang cenderung menilai berdasarkan apa yang tampak dari luar, refleksi ini mengajak untuk kembali melihat ke dalam diri: apakah hati telah dipenuhi cinta, kejujuran, dan belas kasih? Apakah relasi dengan Tuhan dan sesama dibangun atas dasar kebaikan sejati? Karakter, niat, dan integritas menjadi hal yang menentukan nilai seseorang di hadapan Allah.
Kelima, setiap goresan pensil akan meninggalkan bekas pada kertas. Sama halnya dalam kehidupan, setiap tindakan, ucapan, dan keputusan yang diambil akan meninggalkan jejak dalam diri orang lain dan dalam sejarah hidup bersama. Oleh karena itu, penting untuk selalu bertindak dengan penuh pertimbangan dan kasih. Hidup yang dijalani dengan kesadaran akan dampaknya bagi orang lain akan menciptakan warisan yang baik dan membangun, menjadi saksi nyata kasih Allah di tengah dunia.
Setelah permenungan tersebut, seluruh peserta mengikuti Ibadat Tobat bersama. Kegiatan rekoleksi ini menjadi momen bagi seluruh anggota komunitas untuk memperdalam iman, merefleksikan kembali perjalanan hidup rohani, dan memperbaharui diri dalam semangat pertobatan sejati menyambut Paskah, perayaan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.














