Agus Sityo Widajajati Pamit, Estafet Kepemimpinan BI NTT Dilanjutkan Adi Doyo

Ekspor naik 39,9%, saatnya produk lokal naik kelas.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan “SAnte-SANte Duduk ba Omong deng Media” (SASANDO DIA) edisi Agustus 2025, bertepatan dengan momen perpisahan Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sityo Widajajati, yang akan mengakhiri masa tugasnya per (1/9/2025). Jabatan tersebut akan diteruskan oleh Adi Doyo, didampingi Deputi Kepala Perwakilan yang baru, Rio Khasananda. Acara berlangsung Rabu, (27/8/2025), di Aula Rumah Dinas Kepala Perwakilan BI NTT, Jalan Tom Pello No. 10, Kel. Fontein, Kec. Kota Raja, Kota Kupang, mengusung tema “Menenun Ekonomi dari Flobamorata untuk Nusantara.”

Dalam sambutannya, Agus Sityo Widajajati menyampaikan apresiasi atas dukungan media, pelaku usaha, dan perbankan yang telah bersinergi mendorong pertumbuhan ekonomi NTT. Ia menekankan, keberhasilan yang dicapai saat ini merupakan buah kerja bersama.

“Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2025 mencapai 5,44 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional — capaian yang terakhir kali terjadi pada 2019,” ungkap Agus. Ia menambahkan, sektor pertanian tumbuh 7 persen, sementara perdagangan naik 12 persen, menjadi motor penggerak utama. Ekspor juga mencatat peningkatan signifikan, tumbuh 39,9 persen secara tahunan, didominasi produk pertanian dan peternakan.

Meski mencatat kinerja positif, Agus Sityo Widajajati mengatakan tantangan besar yang masih dihadapi, khususnya produktivitas tenaga kerja yang belum setara dengan rata-rata nasional. Ia menyatakan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta serta mendorong hilirisasi agar produk lokal tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.

“Kita perlu mengolah lebih lanjut produk-produk lokal. Misalnya pisang, yang selama ini hanya dijual sebagai pisang goreng atau bakar, seharusnya bisa diolah menjadi produk lain yang bernilai tambah,” ujarnya.

Untuk meningkatkan produktivitas petani dan wirausaha muda, BI NTT telah meluncurkan Program NTT YES (Nusa Tenggar Timur Young Entrepreneur School), yang mendampingi generasi muda menjadi pengusaha sukses. Salah satu inisiatifnya adalah kolaborasi dengan GMIT untuk memberdayakan petani dan membuka akses pasar melalui GG Mart, yang diharapkan menjadi alternatif lokal atas dominasi ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart.

Selain itu, BI juga memperluas akses pasar produk NTT melalui kegiatan business matching dengan pelaku usaha pengolahan di Jawa Timur, guna memastikan hasil produksi petani terserap pasar secara optimal.

Agus Sityo Widajajati juga mengungkapkan pentingnya transformasi digital dalam mendorong efisiensi dan pertumbuhan ekonomi lokal. “Digitalisasi mampu mempercepat perputaran ekonomi. Ini akan kita dorong terus lewat berbagai event kreatif,” katanya.

Salah satunya adalah Exotic Tenun Festival yang akan digelar di Kupang pada 10–13 September 2025. Festival ini akan mengangkat olahan pangan lokal seperti jagung, singkong, dan pisang, serta kreasi tenun dan alat musik lokal untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif.

Agus turut membagikan keberhasilan UMKM binaan BI NTT dalam ajang Karya Kreatif Indonesia di Jakarta. Lima pelaku UMKM berhasil meraih omzet lebih dari Rp800 juta hanya dalam empat hari, membuktikan besarnya potensi produk lokal jika dikemas dan dipasarkan dengan baik.

Sementara itu, Adi Doyo yang baru tiba di Kota Kupang menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi Agus selama menjabat. “Sinergi yang dibangun Pak Agus bersama media, UMKM, pemerintah daerah, dan gereja merupakan fondasi kuat yang akan kami lanjutkan,” ujarnya.

Adi sebelumnya bertugas di Kantor Perwakilan BI Batam selama tiga tahun. Ia melihat sejumlah kesamaan antara Batam dan NTT sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan, meskipun tantangan yang dihadapi berbeda.

“Kami berharap dapat melanjutkan sinergi yang telah terbangun. Dukungan dari semua pihak, terutama media, sangat kami butuhkan untuk menyebarkan kebijakan BI secara luas,” pungkas Adi.