Balai Bahasa NTT Luncurkan 43 Buku Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025

Diseminasi produk penerjemahan sebagai wujud nyata gerakan literasi NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menyelenggarakan Kegiatan Diseminasi Produk Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus menyebarluaskan hasil penerjemahan cerita anak dwibahasa yang telah dihasilkan Balai Bahasa Provinsi NTT sebagai upaya mendukung gerakan literasi dan pelestarian bahasa daerah pada Senin (27/10/2025) di Hotel Harper Kupang.

Dalam sambutannya, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTT, Christina T. Weking, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Puji dan syukur kita panjatkan karena dapat berkumpul dalam kegiatan diseminasi produk penerjemahan ini. Sejak 2016, Balai Bahasa terus berkomitmen mendukung Gerakan Literasi Nasional melalui berbagai program, termasuk penerjemahan cerita anak ke dalam bahasa daerah,” ujarnya.

Christina T. Weking menambahkan bahwa hingga tahun 2025, Balai Bahasa Provinsi NTT telah menyelesaikan 43 judul buku cerita anak yang diterjemahkan ke dalam 19 bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur.

“Buku-buku ini bukan sekadar bacaan anak, tetapi juga cerminan budaya lokal yang diangkat dari kisah dan nilai-nilai masyarakat kita. Melalui cerita-cerita ini, anak-anak dapat belajar mencintai bahasa dan budaya sendiri,” jelasnya.

Ia berharap karya terjemahan tersebut dapat dimanfaatkan secara luas di sekolah dan masyarakat.

“Kami ingin bahan bacaan ini digunakan oleh anak-anak di seluruh NTT. Buku-buku ini bahkan sudah bisa diakses secara digital, sehingga pembaca dari luar daerah juga dapat mengenal budaya NTT,” tambahnya.

Dalam penutup sambutannya, Christina T. Weking menyampaikan apresiasi kepada para penulis dan penerjemah yang telah berkontribusi dalam program ini.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penulis, penerjemah, dan semua pihak yang mendukung lahirnya karya-karya ini. Semoga semangat menulis, membaca, dan mencintai budaya lokal terus tumbuh demi masa depan anak-anak NTT yang cerdas, kreatif, dan berdaya,” pungkasnya.