Dari Anggota Jadi Pengusaha, Polikarpus Meo Dorong Keberanian Memulai Usaha

Kisah Sukses Bertumbuh Bersama Koperasi Kredit.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Keberhasilan dalam membangun usaha tidak selalu berawal dari modal besar atau pekerjaan formal yang dianggap lebih menjanjikan. Keberanian untuk memulai, kemauan untuk berkembang, serta rasa memiliki terhadap komunitas justru menjadi modal penting untuk bertumbuh.

Hal itu disampaikan Polikarpus Meo, A.Md., anggota KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, saat menjadi narasumber dalam program talkshow TIRILOLOK SOLIDARITY HOUR yang diselenggarakan Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “Dari Anggota, Menjadi Pengusaha: Kisah Sukses Bertumbuh Bersama Koperasi Kredit”, dialog interaktif tersebut membahas pengalaman, keberanian, serta semangat masyarakat Nusa Tenggara Timur dalam membangun usaha dan mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

Dalam dialog tersebut, Polikarpus menilai masyarakat NTT sesungguhnya memiliki semangat dan rasa memiliki yang kuat terhadap berbagai peluang untuk berkembang. Namun, menurut dia, salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah keberanian untuk memulai.

“Orang NTT mau berusaha seperti itu. Mereka merasa memiliki. Ternyata, kita hanya tidak berani memulai, takut,” ujar Polikarpus.

Menurutnya, keberanian untuk mengambil langkah pertama menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun usaha. Ia mengaku terus memegang semangat tersebut ketika menjalani proses pengembangan diri dan usaha.

“Spirit inside saya, ini bagus. Makanya dalam perjalanan saya jalani,” katanya.

Polikarpus juga mengisahkan bahwa dalam perjalanan tersebut dirinya pernah mendapat tawaran untuk kembali bekerja di sektor pemerintahan. Namun, tawaran itu tidak serta-merta membuatnya meninggalkan pilihan untuk terus menekuni jalan yang telah dipilihnya.

Ia berpandangan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih mulia dibandingkan pekerjaan lainnya selama dilakukan dengan baik dan memberikan manfaat.

“Pekerjaan negeri ini semua pekerjaan. Tidak ada kerja yang lebih mulia. Semua kerja baik adanya, mencari pekerjaan itu,” ungkapnya.

Polikarpus juga mengkritisi pandangan sebagian masyarakat yang masih menganggap pekerjaan di sektor formal sebagai pilihan yang lebih menjanjikan dibandingkan menjadi pengusaha atau menekuni pekerjaan di sektor nonformal.

“Saya agak kurang respect kepada kita punya orang yang kadang-kadang berpikir bahwa pekerjaan di dunia formal itu lebih menjanjikan. Itu yang saya rasa kurang setuju,” tegasnya.

Bagi Polikarpus, setiap orang memiliki peluang untuk berkembang melalui jalur yang berbeda. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda dan anggota koperasi, perlu membangun keberanian untuk mencoba, mengembangkan potensi, dan tidak takut memilih jalur kewirausahaan.

Kisah tersebut menjadi bagian dari pesan utama TIRILOLOK SOLIDARITY HOUR, bahwa koperasi kredit bukan hanya tempat untuk memperoleh layanan keuangan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anggota untuk bertumbuh, membangun kemandirian ekonomi, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.