Taipei, TIRILOLOKNEWS.COM || INTERNASIONAL – Fenty Zhong, perwakilan Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC), menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama Taiwan dan Indonesia di bidang pengolahan sampah menjadi energi, sirkulasi sumber daya, serta pengembangan ekonomi sirkular.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memfasilitasi diskusi teknis berbasis lokasi mengenai penerapan teknologi, tata kelola, persyaratan operasional, perlindungan lingkungan, hingga tantangan implementasi di lapangan.
“Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempelajari pengalaman Taiwan dalam penerapan teknologi pengomposan berbasis enzim, pengoperasian fasilitas pengolahan limbah menjadi energi, serta pengelolaan sistem penyediaan air minum perkotaan,” ujarnya.
Fenty berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi lanjutan antara para delegasi dan berbagai lembaga, mulai dari penelitian bersama, transfer teknologi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pelaksanaan proyek percontohan, hingga investasi di sektor pengelolaan limbah, energi, dan air.
Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi kepada TI-STIC yang telah memfasilitasi peningkatan pemahaman mengenai teknologi praktis dan model operasional dalam pengomposan, pengolahan sampah menjadi energi, serta pengolahan air.
“Melalui kunjungan langsung ke lapangan, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterkaitan antara pengelolaan limbah, pemulihan energi, keberlanjutan sumber daya air, dan implementasi ekonomi sirkular,” katanya.
Ia berharap jejaring kerja sama antara para pemangku kepentingan di Indonesia dan Taiwan, serta berbagai pihak terkait lainnya, dapat terus diperkuat melalui program-program kolaboratif yang melibatkan Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang.














