Disiplin dan Keteladanan Menjadi Fondasi Pendidikan Katolik bagi Pembangunan NTT

Kontribusi Pendidikan Katolik bagi Pembangunan NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Disiplin dan keteladanan menjadi fondasi penting pendidikan Katolik dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas dan berkontribusi bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut mengemuka dalam Acara Talkshow Viral NTT bertema Kontribusi Pendidikan Katolik bagi Pembangunan NTT, Sabtu, (17/10/2026), dengan menghadirkan Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen, Pater Apolynarius Wawo Koa, SVD.

Dalam dialog tersebut, Pater yang akrab disapa Pater Aris menekankan pentingnya disiplin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengelolaan waktu, pembentukan pola pikir, penjagaan tutur kata, pengembangan relasi sosial, hingga pemeliharaan integritas.

Menurut Pater Aris, kedisiplinan perlu dimulai dari kemampuan menghargai waktu. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan 24 jam sehari, terlepas dari profesi, jabatan, maupun status sosial.

“Setiap orang memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam sehari. Karena itu, bagaimana seseorang menggunakan waktu menjadi bagian penting dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan komitmen,” ujarnya.

Selain disiplin, penerapan nilai-nilai Injil, kasih, dan kebenaran juga menjadi bagian penting dalam pendidikan Katolik. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai Injil, kasih, dan kebenaran harus dimulai dari diri sendiri. Bukan hanya dipahami, melainkan diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata,” katanya.

Pater Aris juga menyatakan keteladanan sebagai unsur penting dalam pembentukan karakter. Sikap, penampilan, serta cara seseorang menyampaikan pendapat dapat mencerminkan nilai-nilai yang dipegang sekaligus memengaruhi lingkungan sekitarnya.

Keteladanan, jelasnya, memiliki kekuatan untuk menggerakkan orang lain agar menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan. Karena itu, pendidikan karakter membutuhkan contoh nyata, bukan sekadar penyampaian nasihat atau teori.

Dalam konteks kepemimpinan, Pater Aris menilai komitmen dan ketegasan terhadap diri sendiri menjadi kunci membangun kepercayaan. Seorang pemimpin perlu menunjukkan keselarasan antara prinsip, perkataan, dan tindakan agar mampu menjadi teladan bagi orang lain.

Pendidikan Katolik, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam pembangunan NTT melalui pengembangan pengetahuan yang berjalan seiring dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Penguatan nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.