Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT menggelar kegiatan yang membahas Pertumbuhan Ekonomi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur Triwulan IV. Acara Konferensi Pers berlangsung di Aula BPS Provinsi NTT pada Rabu, 5 Februari 2025.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, telah dipublikasikan dan menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak 17 sektor ekonomi tercatat dalam publikasi resmi BPS, dengan sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT terutama berasal dari konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga terdiri dari sektor pangan dengan 52 sub-sektor komoditas, dan non-pangan dengan 47 sub-sektor komoditas, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 5,02%.
Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, melaporkan bahwa PDB NTT atas dasar harga berlaku pada triwulan IV 2024 mencapai Rp35,93 triliun, sementara berdasarkan harga konstan mencapai Rp20,29 triliun. Triwulan IV NTT mengalami pertumbuhan 4,04% secara kuartal (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, dengan angka 15,40%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, yaitu 36,63%.
Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan IV 2024 tetap stabil, dengan sektor pariwisata dan pertanian sebagai pendorong utama. Namun, pemerintah NTT perlu terus memantau perkembangan global dan menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul.
Peningkatan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang berkelanjutan.














