Gubernur NTT Resmikan Flobamora Film Festival 2025, Angkat Tema “Kalunga”

Melki Laka Lena turut dukung tumbuhnya komunitas sinema di NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni, serta didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTT, Noldy Hosea Pellokila, menghadiri sekaligus membuka Flobamora Film Festival 2025 yang mengusung tema “Kalunga”. Acara dilaksanakan pada Selasa, (5/8/2025), di Kampoeng Seni Flobamorata, Bondi Kafe, Kupang.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Flobamora Film Festival  2025, yang dinilainya sebagai ruang penting bagi perkembangan seni dan budaya, khususnya perfilman lokal. Melki Laka Lena memberikan semangat komunitas film Kupang dalam melahirkan karya bermakna serta membina sineas muda.

Tema Kalunga, yang berarti tumbuh dalam bahasa Sumba Timur, dianggap merepresentasikan perjalanan komunitas film NTT yang terus berkembang meski penuh tantangan.

Gubernur Melki Laka Lena mengenang film-film asal NTT, termasuk Ria Rago, Rumah Merah Putih, dan Woman from Rote Island, bersama peran tokoh nasional dalam produksinya.

Melki Laka Lena menyatakan pentingnya kebudayaan—termasuk film dan musik—sebagai medium efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan.

Gubernur NTT mengajak semua pihak untuk terus mendorong kolaborasi kreatif di bidang seni dan film sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis budaya.

Sementara itu, Direktur Flobamora Film Festival, Yedi Letedara mengatakan bahwa edisi 2025 merupakan penyelenggaraan keempat sejak dimulai pada 2021. Flobamora Film Festival dibangun sebagai ruang apresiasi dan penguatan ekosistem sinema di NTT.

Tema Kalunga dipilih sebagai simbol pertumbuhan dan ketahanan komunitas film, yang terus belajar dan berkembang di tengah berbagai tantangan.

Yedi menjelaskan perfilman NTT tidak hanya hidup dari komunitas di Kota Kupang, tetapi juga dari berbagai daerah lain yang aktif menyelenggarakan pemutaran, diskusi, dan pertemuan lintas komunitas.

Flobamora Film Festival menjadi ruang kolektif untuk merayakan identitas, keberagaman, dan masa depan sinema di NTT.

Sebanyak 65 film dari lima negara — Indonesia, Prancis, Thailand, Korea Selatan, dan Filipina — turut ditayangkan.