Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT bekerja sama Kadin NTT, serta Pemerintah Provinsi NTT untuk menggelar acara Duduk Ba Omong dalam rangka Transformasi Ekonomi di NTT yang Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT pada Selasa (11/2/2025).
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, memaparkan tentang Album Perekonomian Provinsi NTT dan menyoroti tiga hal penting. Pertama, ekonomi NTT pada 2024 diperkirakan tetap tumbuh meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Kedua, perlu mendorong potensi ekonomi NTT melalui transformasi. Ketiga, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan transformasi.
Pada akhir pemaparannya, Agus Sistyo Widjajati mengajak seluruh peserta untuk meraih harapan bagi kemajuan NTT yang lebih sejahtera. BI akan terus berperan aktif, bermitra, dan bersinergi untuk mewujudkan ekonomi NTT yang lebih baik melalui akselerasi transformasi ekonomi yang mencakup tiga pilar utama. Pilar pertama adalah mendorong perekonomian yang lebih kuat dan berkelanjutan melalui hilirisasi komoditas unggulan, penguatan produktivitas sektor pertanian, optimalisasi nilai tambah sektor pertanian, dan peningkatan iklim investasi di NTT. Pilar kedua adalah akselerasi digitalisasi sektor pemerintahan untuk efisiensi ekonomi NTT, termasuk penguatan infrastruktur jaringan digital, perluasan penggunaan QRIS, dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Pilar ketiga adalah penguatan daya saing SDM di NTT melalui beasiswa, edukasi, sosialisasi, event literasi, serta sertifikasi yang tepat guna dan sasaran.
Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi, yang juga menjadi fokus utama Presiden Prabowo dalam merealisasikan visi dan misinya terkait empat poin tentang pangan. Ini menjadi peluang bagi Pemerintah NTT untuk memanfaatkan aspek tersebut serta poin lainnya dalam upaya membangun ekonomi yang lebih baik di NTT.
NTT saat ini memiliki 10.803 pelaku usaha ekonomi kreatif dengan potensi nilai ekonomi mencapai 1,9 triliun rupiah per tahun, yang juga efektif menyerap tenaga kerja.














