Merawat Panggilan Lewat Nada, Ledalero Gelar Konser Amal di Kota Kupang

Melodi untuk misi, harmoni bagi Calon Imam.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero bersama Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero akan menggelar konser musik dan pentas teater amal di Kota Kupang pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Graha Cendana, Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.

Konser amal ini bertujuan menggalang dana untuk mendukung biaya pendidikan, pembinaan, dan kehidupan para calon imam di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan panggilan hidup membiara kepada generasi muda melalui seni dan budaya.

Sebanyak tujuh imam, 60 frater, serta mahasiswa IFTK Ledalero akan tampil dalam kolaborasi musik dan pementasan teater. Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian tur di Pulau Timor setelah sebelumnya sukses digelar di Atambua.

Moderator Ledalero Choir, Pater Rolan Lambertus Lima Letu, SVD, mengatakan konser tersebut merupakan penyelenggaraan yang keempat setelah sebelumnya digelar di Jakarta, sejumlah wilayah di Flores, Surabaya, dan Denpasar.

“Tahun ini kami melaksanakan tur di Pulau Timor. Sebelumnya kami sudah tampil di Atambua dan besok, 11 Juli 2026, kami akan menggelar konser di Auditorium Grha Cendana Universitas Nusa Cendana, Kupang,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Menurut Pater Rolan, konser ini memiliki beberapa tujuan utama. Selain sebagai media apresiasi seni para frater, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menjawab tantangan pembiayaan pendidikan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir jumlah donatur dari Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini menopang biaya formasi calon imam terus menurun. Sebagian besar donatur telah berusia lanjut dan banyak yang meninggal dunia, terutama setelah pandemi COVID-19.

Akibat kondisi tersebut, seminari harus mencari sumber pendanaan baru untuk memenuhi kebutuhan operasional pendidikan.

Saat ini, kata dia, Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero membina sekitar 305 frater dengan kebutuhan biaya hidup dan formasi mencapai sekitar Rp29 juta hingga Rp30 juta per frater setiap tahun. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp8 miliar hingga Rp9 miliar per tahun.

“Karena itu kami berinisiatif menyelenggarakan konser ini sebagai bentuk penggalangan dana untuk mendukung keberlangsungan pendidikan dan pembinaan para frater,” katanya.

Selain kebutuhan operasional, seminari juga menghadapi persoalan infrastruktur.

Bangunan yang telah berusia tua membutuhkan renovasi, terutama pada bagian atap yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

“Kami membutuhkan sekitar Rp1,5 miliar untuk renovasi bangunan seminari. Melalui konser ini kami ingin membuka situasi yang sedang kami hadapi agar semakin banyak pihak yang tergerak membantu,” ujarnya.

Pater Rolan menambahkan, konser tersebut juga menjadi ruang bagi para frater untuk mengembangkan bakat di bidang seni.

“Para frater memang belajar filsafat dan teologi, tetapi mereka juga memiliki talenta di bidang musik dan teater. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan potensi sekaligus bentuk apresiasi terhadap seni,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan para alumni Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang menjadi panitia penyelenggara konser di Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal, Kristo Blasin, mengatakan penyelenggaraan konser merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen, mulai dari alumni Ledalero, Pemuda Katolik, Wanita Katolik, Persatuan Orang Tua (POT), hingga berbagai komunitas lainnya di Kota Kupang.

“Kami bekerja lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan konser ini. Kami berharap masyarakat tidak hanya membeli tiket, tetapi juga hadir langsung menyaksikan pertunjukan,” katanya.

Ia menyebut kapasitas Graha Cendana mencapai sekitar 5.000 penonton, sehingga panitia mengajak seluruh masyarakat Kupang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Menurut Kristo, kualitas pertunjukan yang akan disajikan sangat tinggi meskipun harga tiket dibuat terjangkau, yakni hanya Rp20.000.

“Harga tiket yang murah bukan berarti kualitas pertunjukan menurun. Justru kami ingin semakin banyak masyarakat menikmati konser sekaligus ikut berpartisipasi mendukung pendidikan calon imam,” ujarnya.

Kristo menambahkan, konser tersebut juga menjadi ajakan bagi umat untuk mendukung karya misi Serikat Sabda Allah (SVD) yang kini berkarya di lebih dari 80 negara.

“Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero merupakan salah satu lembaga yang banyak melahirkan imam misionaris. Karena itu kami berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan DPR, ikut memberikan perhatian agar lembaga ini terus melahirkan misionaris yang berkarya di berbagai belahan dunia,” pungkasnya.