Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Produk abon ikan tuna hasil kolaborasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad resmi diluncurkan di Aula Utama Gedung B Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (29/6/2026).
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia mengatakan bahwa produk abon tuna menjadi bukti nyata potensi perikanan daerah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.
“Ini contoh transformasi potensi lokal menjadi produk ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Melki Laka Lena juga mendorong penerapan konsep One Village One Product, One School One Product, One Campus One Product, dan One Community One Product sebagai strategi penguatan ekonomi daerah. Ia mengatakan perguruan tinggi, sekolah, desa, dan komunitas perlu menghadirkan produk unggulan sesuai potensi masing-masing.
Menurut Gubernur NTT, organisasi kemahasiswaan tidak hanya berperan sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga dapat menjadi pelaku pembangunan melalui inovasi dan kewirausahaan. Ia mengapresiasi IMM Kota Kupang yang berhasil menghadirkan produk ekonomi berbasis potensi lokal dan dapat menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lainnya.
“NTT membutuhkan perubahan paradigma pembangunan dari menjual bahan mentah menuju industri pengolahan yang memberi nilai tambah. Hilirisasi sektor perikanan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan peluang di sektor swasta dan ekonomi kreatif.
“Peluang menjadi ASN semakin terbatas, sehingga kewirausahaan harus menjadi salah satu pilihan dalam menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik produk MUTMA sekaligus pelaku usaha UKM Al Ijtihad, Mutmainna Derajad Latif, mengatakan peluncuran abon tuna merupakan hasil perjalanan panjang usaha yang dimulai sejak 2011.
“Pada awal produksi kami masih menggunakan peralatan sederhana dengan kapasitas hanya sekitar tiga sampai empat kilogram per minggu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah mendapat dukungan peralatan dari pemerintah pada 2013, kapasitas produksi meningkat menjadi 10 hingga 20 kilogram per minggu.
“Saat ini kami mampu memproduksi sekitar 1.000 kemasan abon tuna setiap bulan,” ujarnya.
Mutmainna menambahkan, produk tersebut telah dipasarkan di berbagai wilayah NTT, sejumlah provinsi di Indonesia, hingga menembus pasar Malaysia dan Arab Saudi sebagai oleh-oleh khas Nusa Tenggara Timur.
Ia juga menyebut kolaborasi dengan IMM Kota Kupang bertujuan memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Kupang, Wahidin Sara, mengatakan organisasi kemahasiswaan memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan kapasitas intelektual, kemanusiaan, religiusitas, serta kewirausahaan mahasiswa.
“Kondisi ekonomi saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menciptakan usaha produktif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi dengan UKM Al Ijtihad merupakan langkah nyata mendukung program One Campus One Product. “Ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai inovasi usaha dari kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Selain itu, IMM Kota Kupang berharap mendapat ruang promosi dalam berbagai kegiatan Pemerintah Provinsi NTT agar produk lokal hasil karya mahasiswa semakin dikenal luas oleh masyarakat.














