Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara Viral NTT dengan tema “Anak Tidak Sekolah dan Wajib Belajar 13 Tahun”, Sabtu, (5/7/2025), di Studio Radio TIRILOLOK.
Acara Viral NTT menghadirkan Irfan Karim, S.I.Pem., M.Pd., selaku Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, dan Polikarpus Do sebagai Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora.
Fenomena anak yang tidak mengenyam pendidikan formal di Nusa Tenggara Timur menjadi sorotan, mengingat kualitas pendidikan di wilayah tersebut masih tergolong rendah.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan anak putus sekolah antara lain kemiskinan, akses geografis yang sulit, serta budaya yang belum sepenuhnya mendukung pentingnya pendidikan.
Dalam dialog interaktif, Kepala BPMP NTT, Irfan Karim menyampaikan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab dominan, namun tantangan geografis seperti jarak yang jauh ke sekolah juga turut memengaruhi.
Selain itu, kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah menjadi alasan lain yang membuat sejumlah anak memilih berhenti belajar.
Sementara itu, Ketua PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do menjelaskan bahwa sebagian besar anak yang putus sekolah formal kini berpindah ke jalur pendidikan nonformal.
Kelompok rentan seperti anak berkebutuhan khusus, anak jalanan, serta anak yang harus bekerja karena tekanan ekonomi keluarga menjadi bagian dari populasi yang paling terdampak.
Data dari Disway.id mencatat bahwa sekitar 130.000 anak di NTT tidak bersekolah. Jumlah tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan merata hingga ke pelosok daerah.














