NTT Luncurkan Dashboard Data Kemiskinan Ekstrem

Pembaruan data kemiskinan secara dinamis.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Tim Padu Padan Data Kemiskinan Ekstrem (Papadanke), dengan dukungan USAID ERAT (Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif, Efisien, dan Kuat), meluncurkan inovasi berupa dashboard padu padan data kemiskinan. Peluncuran Papadanke bertujuan untuk memperbaiki penargetan program penanganan kemiskinan ekstrem di NTT, yang dilaksanakan di Hotel Aston Kupang pada Selasa, (12/11/2024).

Dalam wawancara dengan wartawan, Plt Kepala Bapperida Provinsi NTT, Dr. Alfonsius Theodorus, menjelaskan pentingnya pembaruan data kemiskinan secara dinamis. Menurut Dr. Alfonsius Theodorus, orang miskin adalah kelompok yang terus mengalami perubahan, sehingga data yang digunakan harus selalu diperbarui dan bersifat real-time. Proses awal dalam penentuan status kemiskinan dilakukan melalui musyawarah desa atau kelurahan, yang menjadi langkah pertama dalam memastikan keakuratan data.

Plt Kepala Bapperida Provinsi NT juga menekankan bahwa Papadanke data yang tepat akan mempermudah intervensi program bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Dengan sistem data yang efektif, diharapkan penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran. Skema yang diterapkan juga menjadi bagian penting dari upaya pengentasan kemiskinan secara permanen, bukan hanya temporer. Bantuan yang diberikan bersifat sementara, namun skema yang dibangun akan melibatkan seluruh sektor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatasi kemiskinan secara menyeluruh di NTT.

Pada acara peluncuran Papadanke, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, dan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, memberikan kata sambutan secara daring. Turut hadir juga secara daring, Sekretaris Deputi Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Akik Dwi Suharto Rudolfus, Plh. Kepala Subdirektorat Sosial dan Budaya Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah III Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Jodi Frency, serta Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTT, Stefanus F. Halla. Acara ini juga dihadiri secara langsung oleh perwakilan organisasi perangkat daerah tingkat kabupaten/kota di NTT.