Pemkot Kupang Alokasikan Rp20 Juta untuk Festival Budaya di Setiap Kelurahan

Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta untuk mendukung penyelenggaraan festival budaya di setiap kelurahan.

Dukungan tersebut merupakan bentuk stimulasi pemerintah untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus menggerakkan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Daud Nafi, saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada pembukaan Festival Budaya Kelurahan Oebufu, Senin (19/10/2026).

Festival yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 di lapangan samping Asrama Haji, Jalan Amabi, RT 034/RW 008, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, mengusung tema “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda”.

Dalam sambutannya, Daud Nafi menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai bagian dari upaya membentuk dan melindungi generasi muda. Menurutnya, ruang bagi anak muda untuk berkreasi perlu dibuka, tetapi tetap harus disertai penghormatan terhadap orang tua sebagai guru yang mewariskan nilai-nilai kehidupan.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi, tetapi dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Daud Nafi mengatakan, penyelenggaraan festival budaya dapat menciptakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan memperluas jangkauan usaha mereka.

Karena itu, ia mendorong agar kegiatan budaya di tingkat kelurahan dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Daud Nafi, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian sehingga perlu terus didorong untuk berkembang dan naik kelas.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi ant perangkat daerah, khususnya Dinas Pariwisata dan Dinas Koperasi dan UMKM, agar pembinaan terhadap pelaku usaha dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Daud Nafi berharap kolaborasi tersebut dapat membantu UMKM di Kota Kupang meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Daud Nafi menjelaskan bahwa alokasi Rp20 juta untuk setiap festival budaya kelurahan merupakan bentuk dukungan awal atau stimulus dari pemerintah.

Ia mengakui bahwa nilai tersebut masih terbatas. Karena itu, dukungan pemerintah perlu diperkuat dengan partisipasi masyarakat, sponsor, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya serta pengembangan ekonomi lokal.

Daud Nafi turut mengapresiasi keterlibatan sponsor dalam Festival Budaya Oebufu 2026. Ia berharap potensi masyarakat dan pelaku usaha setempat dapat dimaksimalkan sehingga kegiatan budaya memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada masyarakat, sejalan dengan prinsip bahwa memerintah berarti melayani.

Menurutnya, semangat pelayanan tersebut perlu diterapkan hingga tingkat kelurahan agar masyarakat dapat merasakan manfaat program pemerintah secara langsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oebufu 2026, Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mempererat persaudaraan sekaligus merawat keberagaman budaya masyarakat.

Kelurahan Oebufu, yang berada di Kecamatan Oebobo, memiliki 49 rukun tetangga (RT) dan 12 rukun warga (RW).

Masyarakatnya berasal dari latar belakang suku, agama, bahasa, adat istiadat, dan budaya yang beragam.

Menurut Laurensius, keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga melalui semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Festival Budaya Oebufu 2026 melibatkan anak-anak, remaja, pemuda, pelajar, kelompok seni budaya, dan masyarakat umum. Panitia mencatat sebanyak 56 peserta terdaftar dalam tiga jenis perlombaan.

Ketiga perlombaan tersebut meliputi fashion show busana daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Tarian Tebe Kreasi, serta lomba pidato tentang pengelolaan sampah.

Selain perlombaan, kegiatan selama tiga hari tersebut juga diisi dengan pentas seni budaya, pameran kerajinan masyarakat, bazar kuliner dan produk UMKM, serta malam hiburan rakyat.

Laurensius berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan menghargai nilai-nilai luhur budaya yang diwariskan para leluhur.

Laurensius menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan bersumber dari bantuan Pemerintah Kota Kupang, swadaya RT dan RW se-Kelurahan Oebufu, partisipasi masyarakat, serta dukungan donatur dan sponsor.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang, Pemerintah Kecamatan Oebobo, Pemerintah Kelurahan Oebufu, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para ketua RT dan RW, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta warga yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Secara khusus, panitia mengapresiasi dukungan Indosat, Ramayana Mall, PT Wahana Motor, dan Extra Joss Kupang.

Dukungan berbagai pihak tersebut dinilai mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial dan budaya di tingkat kelurahan.

Melalui Festival Budaya Oebufu 2026, panitia berharap kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal semakin kuat, kreativitas generasi muda terus berkembang, dan persaudaraan dalam keberagaman semakin erat.