Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 3 Kupang yang diikuti oleh 432 siswa baru, Rabu (16/7/2025). Sebagai alumni SMAN 3 Kupang, Serena Francis memaknai momen reuni sebagai kesempatan untuk mengenang kembali masa-masa bersekolah di salah satu SMA unggulan di Kota Kupang.
Dalam wawancara bersama wartawan, Serena Francis mengajak seluruh siswa untuk menjauhi praktik perundungan di lingkungan sekolah. Wakil Wali Kota Serena Francis menyampaikan bahwa bullying membawa dampak serius terhadap kesehatan mental dan berpotensi memicu tindakan ekstrem seperti bunuh diri. Karena itu, penting bagi siswa untuk berani melaporkan segala bentuk perundungan kepada guru atau orang tua.
Tindakan cegah bullying diyakini dapat membantu meningkatkan kepercayaan setiap siswa dan menjaga kesehatan mental, terutama dalam proses pembelajaran.
Sebagai lulusan SMAN 3 Kupang, Serena Francis juga menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berkomitmen dalam menangani isu perundungan. Sosialisasi rutin mengenai pentingnya kesehatan mental dan pengelolaan stres terus dilakukan di berbagai sekolah.
Pada MPLS 2025, pihak sekolah turut bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan edukasi terkait kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak, demi menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah dan aman.
Sementara itu, Ketua panitia MPLS dari unsur siswa, Reynard Aurelius Sihite, menjelaskan, peserta siswa baru dibekali pemahaman tentang tata tertib sekolah, penggunaan seragam yang benar, pengenalan fasilitas, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia. Anggota OSIS juga memberikan materi tentang kedisiplinan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Kegiatan MPLS di SMAN 3 Kupang berlangsung selama empat hari dengan harapan dapat menanamkan nilai-nilai positif sejak awal kepada seluruh siswa baru.














