Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dalam rangka syukuran HUT Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Pusat ke-102, HUT WKRI DPD ke-75, dan HUT WKRI DPC Santo Yoseph Naikoten ke-42, WKRI DPC Santo Yoseph Naikoten menggelar seminar bertema “Perempuan Bersuara untuk Indonesia Kini dan Nanti” dengan subtema “WKRI DPC Santo Yoseph Naikoten Peduli” pada Minggu, (26/7/2026), di Aula Blasius.
Seminar menghadirkan Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur, Ana Kolin, yang membawakan materi “Peran Legislatif dalam Kebijakan terhadap Perempuan dan Anak”.
Narasumber lainnya, Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur, Yuvensius Tukung, menyampaikan materi “Peran Pemuda dalam Mengatasi Masalah Sosial Masyarakat”. Diskusi dipandu oleh Magdallena Leo sebagai moderator.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Ketua WKRI DPC Santo Yoseph Naikoten, Fransina Djintan Korbafo, mengatakan seminar tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong perempuan Katolik mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.
Menurut Fransina, pengembangan kapasitas tidak hanya melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga berbagai kemampuan lain yang selama ini belum mendapat ruang untuk berkembang.
“Potensi setiap anggota perlu terus diasah agar lebih percaya diri, berani menunjukkan kemampuan, serta mampu memberikan kontribusi bagi keluarga dan masyarakat”, ujarnya.
Ketua I WKRI DPC Santo Yoseph Naikoten, Yustin Luju, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran perempuan Katolik agar berpartisipasi aktif sesuai kemampuan masing-masing.
“Ia menambahkan, kerja sama dengan Pemuda Katolik diharapkan dapat membuka peluang pengembangan potensi anggota, termasuk membantu pemasaran produk olahan maupun hasil usaha mereka”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua II WKRI DPC Santo Yoseph Naikoten, Magdallena Leo, menjelaskan kehadiran Ketua Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang, baik di daerah maupun di luar Nusa Tenggara Timur.
Menurut Magdallena, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang.
“Seminar juga melibatkan berbagai kelompok kategorial, seperti Legio Maria, Orang Muda Katolik (OMK), dan organisasi gerejawi lainnya sebagai bentuk kolaborasi lintas komunitas untuk memperkuat pelayanan, pendidikan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat”, ujarnya.














