Tokoh Agama: Jaga Perdamaian, Jangan Terprovokasi

Pdt. Samuel B. Pandie (Kiri) - Mgr. Hironimus Pakaenoni (Kanan).

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Seiring meningkatnya aksi demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia, dua tokoh agama di Nusa Tenggara Timur menyuarakan imbauan damai bagi seluruh masyarakat.

Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, dalam sebuah video yang diunggah pada Minggu (31/8/2025) melalui kanal YouTube Keuskupan Agung Kupang, mengajak umat Katolik dan masyarakat luas untuk menjaga suasana yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi.

“Kita semua diajak untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta memelihara kerukunan dan perdamaian bersama. Khususnya, mari kita jalin relasi yang harmonis dengan pemerintah, TNI, dan Polri,” ujar Mgr. Hironimus.

Ia juga menekankan pentingnya bersikap bijak dan kritis dalam menyikapi berbagai dinamika nasional, serta tidak mudah termakan isu-isu yang bisa memecah belah persatuan bangsa.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, dalam pernyataan videonya yang diunggah secara terpisah. Ia menyatakan keprihatinan terhadap aksi-aksi demonstrasi yang disertai tindakan anarkis, seperti pembakaran dan perusakan fasilitas umum.

“Sebagai warga yang percaya, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai, menjadi garam dan terang di tengah dunia. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Tetap kritis dan rasional,” ujar Pdt. Pandie.

Ia juga meminta pemerintah untuk menegakkan hukum secara adil dan mengusut tuntas berbagai kasus yang menjadi perhatian publik.

“Kami berharap agar bangsa ini tetap dijaga, dan seluruh rakyat diberi hikmat untuk menjadi berkat bagi sesama dan damai bagi dunia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kota Kupang termasuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia, mencerminkan kuatnya nilai hidup berdampingan dan saling menghargai yang telah menjadi identitas masyarakat NTT.