WKRI Samara Tofa Ajak Keluarga Perketat Pengawasan Anak Demi Cegah Prostitusi Online

Silvi ingatkan peran keluarga sebagai tembok pertama cegah kejahatan siber.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – WKRI DPC Samara Tofa menggelar Diskusi Publik bertema “Peduli Kasih, Putus Rantai, Melawan Stigma, Meraih Sehat Guna Menjawab Isu Sosial Dewasa Ini.”

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, (6/12/2025) di Aula Susteran Canossa sebagai bentuk komitmen WKRI dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan HIV/AIDS, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta meningkatnya praktik prostitusi online.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Ketua WKRI DPC Samara Tofa, Maria Silvia R. Solango, menyatakan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan anak. “Semua masalah ini berawal dari keluarga, jadi orang tua harus tetap mengawal anak-anak. Sesekali kita perlu mengecek HP mereka. Itu salah satu cara membantu dan mengontrol aktivitas mereka, karena dikhawatirkan ada aplikasi seperti MiChat dan lainnya yang bisa memicu prostitusi online,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari pengurus RKI, perwakilan KUB, umat Paroki Santo Matias Rasul, serta turut melibatkan orang muda demi memastikan keterwakilan setiap komunitas.

Terkait pemilihan lokasi, Silvi menjelaskan bahwa Aula Susteran Canossa dipilih karena daya tampungnya memadai untuk target 350 peserta dan memiliki suasana yang nyaman. “Tempatnya luas, sejuk, dan area parkirnya mendukung sehingga cocok untuk pelaksanaan seminar,” katanya.

Menutup wawancara, ia menyampaikan harapan agar para peserta dapat benar-benar membawa pulang manfaat dari kegiatan ini. “Saya berharap seminar ini memberi wawasan baru, meningkatkan kesadaran, dan menghasilkan langkah konkret untuk aksi nyata, baik di tingkat komunitas maupun masyarakat luas. Ilmu yang mereka dapat hari ini bisa ditransferkan ke keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” pungkasnya.