Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, memimpin Perayaan Ekaristi Hari Raya Tritunggal Mahakudus sekaligus merayakan Syukuran 25 Tahun Stasi St. Petrus Manulai ll yang telah ditetapkan menjadi Kuasi-Paroki.
Perayaan Ekaristi juga menjadi momen perpisahan dengan Co-Pastor Stasi, dan berlangsung pada Minggu, (15/6/2025), di Gereja Katolik Stasi St. Petrus Manulai II.
Seluruh rangkaian acara disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Keuskupan Agung Kupang.
Keputusan resmi mengenai penetapan status Kuasi-Paroki dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Erick Fkun, berdasarkan Surat Keputusan Uskup Agung Kupang Nomor 1/Keuskupan Agung Kupang/VI/2025 di hadapan umat dan para undangan.
Dalam sambutannya, Uskup Agung Kupang menyampaikan ungkapan syukur atas perjalanan panjang selama 25 tahun yang telah membawa komunitas umat di Manulai menjadi kuat dan bertumbuh.
Mgr. Hironimus Pakaenoni menyampaikan apresiasi atas kerja sama, semangat solidaritas, serta komitmen umat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang berkaitan dengan iman maupun persoalan sosial dan ekonomi.
Dengan keterbatasan yang ada, umat tetap mampu berjalan bersama dalam semangat persatuan, sehingga seluruh proses perjalanan iman dapat dilalui dengan baik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kosmas D. Lana, turut memberikan refleksi tentang perjalanan Stasi St. Petrus Manulai ll yang dimulai dari Kelompok Umat Basis (KUB) Santa Petra pada tahun 1997 dengan hanya 23 kepala keluarga.
Untuk diketahui, komunitas tersebut telah berkembang menjadi 11 KUB dengan lebih dari 1.400 umat. Perjalanan panjang tersebut dimulai dari ibadah di teras rumah hingga akhirnya berdiri gereja permanen berkat semangat gotong royong umat yang mengangkut sendiri batu dan pasir.
Perjalanan menjadi simbol iman, kesetiaan, dan harapan yang terus menyala dan tidak tergantikan oleh apa pun.
Dilansir Wikipedia, Gereja Katolik, menurut ajaran dan tradisinya, didirikan oleh Yesus Kristus sebagai dasar perutusan iman dan keselamatan bagi umat manusia.














