DWP Kota Kupang Gencarkan Edukasi Stunting dan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Kolaborasi Perempuan Hebat untuk Gizi Anak dan menjaga kebersihan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang menyelenggarakan dua kegiatan yaitu pertama berupa sosialisasi pencegahan stunting menuju anak sehat dan cerdas serta edukasi penyakit menular yang dilaksanakan pada Sabtu, (9/8/2025) di Aula Bapenda Kota Kupang dan dibuka oleh Asisten I Sekda Kota Kupang.

Kegiatan kedua adalah edukasi penyakit tidak menular dan pelatihan pembuatan kompos dengan tema “Bijak Kelola Sampah, Cermin Dharma Berkarya” yang digelar pada Sabtu, (16/8/2025) di Kantor Lurah Kelapa Lima dan ditutup oleh Penjabat Sekda Kota Kupang, Ignas R. Lega.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman anggota DWP tentang stunting dan dampaknya, memberikan informasi terkait penyebab dan risiko penyakit menular, menyebarluaskan edukasi pencegahan melalui pola asuh, gizi seimbang, dan stimulasi anak, serta mendorong keterlibatan aktif anggota dalam mendukung kesehatan keluarga dan masyarakat.

Pelatihan pembuatan kompos bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos melalui penerapan teknologi sederhana yang ramah lingkungan.

Dalam sambutan penutup, Ignas R. Lega menjelaskan pentingnya kontribusi Dharma Wanita dalam mendukung program pemerintah kota, terutama terkait pengelolaan kebersihan lingkungan.

Penjabat Sekda Kota Kupang berharap pelatihan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Meskipun kegiatan terbatas akibat kendala anggaran, Ignas R. Lega memberikan mengapresiasi Dharma Wanita yang tetap melaksanakan program yang bermanfaat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan sekitar.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian Kota Kupang, Jerobeam Wabang selaku menyampaikan bahwa pelatihan menggunakan Dekomposer sederhana dari ember bekas yang diisi limbah dapur seperti sayur, kulit buah, kulit telur, dan kulit bawang.

Limbah difermentasi hingga menghasilkan pupuk organik cair dalam dua minggu dan pupuk padat dalam dua hingga tiga bulan. Jerobeam Wabang mengatakan, metode dikelola sangat mudah diterapkan oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Ketua Panitia hari pertama, Grace Djami-Jusuf menyatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Dharma Wanita Kota Kupang tahun 2025, melibatkan anggota dari OPD, kecamatan, dan kelurahan.

Sosialisasi kesehatan untuk memperluas pemahaman tentang pencegahan stunting hingga ke tingkat kelurahan dengan fokus pada edukasi sejak usia remaja sebagai tahap awal persiapan menuju keluarga sehat.

Sementara itu, Ketua Panitia hari kedua, Sina Libing mengungkapkan pelatihan pembuatan kompos dilaksanakan dalam rangka agar peserta mampu mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Sampah yang biasanya dibuang dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat, sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga dan mendukung program unggulan Pemerintah Kota Kupang terkait pengelolaan sampah.

Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang.