Wali Kota Kupang Hadiri Forum Group Discussion Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

dr. Christian Widodo menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kebersihan dan melibatkan seluruh pihak dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menghadiri kegiatan lokakarya penyusunan Rencana Kerja Tahun 2025, Forum Group Discussion (FGD) mengenai rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta rapat Pokja perubahan iklim yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (22/8/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Matheos A. H. T. Maahury, dan Koordinator Tim Ahli, Dr. Ludji Michael Riwu Kaho, M.Si serta Tim Perancang.

Wali Kota Kupang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya FGD ini sebagai wadah untuk mendengar langsung masukan dari masyarakat dalam perumusan kebijakan. “FGD ini sangat penting bagi saya karena kita harus tahu masukan dari bawah sebelum membuat kebijakan. Kebijakan yang top-down tidak selalu mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan diskusi seperti ini, kita dapat mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat dan memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan permasalahan yang ada,” ujar Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang harus memperhatikan dua dimensi utama, yakni budaya dan lingkungan. “Membangun kota bukan hanya soal gedung tinggi dan jalan mewah, tetapi bagaimana menjaga dimensi budaya dan lingkungan. Pembangunan harus menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat untuk masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota juga mengungkapkan upaya Pemkot Kupang dalam menjaga kebersihan kota, termasuk pembentukan Satgas Sampah, penambahan insentif bagi petugas kebersihan, serta penyediaan tempat sampah di tingkat RT. Dalam enam bulan terakhir, Pemkot Kupang berhasil membersihkan hampir 80% jalan protokol di kota, sebuah pencapaian yang diakui masyarakat melalui berbagai apresiasi yang diterima Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kebersihan dan melibatkan seluruh pihak dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Kami sudah memulai langkah-langkah konkret untuk pengelolaan sampah, dengan mendirikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan, dan kini sudah ada dua kecamatan yang berjalan. Kami juga mendapatkan bantuan dari pusat untuk pembangunan TPST yang lebih canggih senilai Rp120 miliar,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kupang, Hijayas Uthan Mode, S.Sos., M.Si, menyampaikan laporan mengenai penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Kupang Tahun 2025-2055. Dokumen RPPLH ini disusun sebagai panduan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Proses penyusunan RPPLH juga melibatkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan yang diwakili dalam FGD.

Tujuan utama FGD adalah untuk mengidentifikasi isu-isu strategis lingkungan, menginventarisir potensi dan permasalahan lingkungan, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam pengelolaan lingkungan hidup jangka panjang. Peserta FGD terdiri dari perwakilan DPRD, instansi vertikal, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta berbagai organisasi masyarakat dan akademisi.

FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi penting terkait pengelolaan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan dokumen perencanaan daerah lainnya, seperti RPJPD, RPJMD, dan RPW. Selain itu, FGD ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pengelolaan lingkungan dan mendukung pendanaan serta kemitraan lintas sektor.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, dilakukan pula penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) untuk pemerintah Kota Kupang, yang akan ditandatangani oleh Wali Kota Kupang. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan program-program pembangunan yang berpihak pada lingkungan hidup.

Dengan adanya kegiatan ini, Wali Kota Kupang berharap Kota Kupang dapat terus berkembang menjadi kota yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan, serta mempertahankan warisan budaya yang ada.