Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – UPTD Museum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi saksi perjalanan panjang pelestarian budaya lokal. Didirikan sejak akhir 1970-an dan resmi berstatus sebagai museum negeri pada (9/1/1991), museum ini kini menyimpan lebih dari seribu koleksi bersejarah—mulai dari benda etnografi, arkeologi, hingga seni rupa—yang mencerminkan kekayaan budaya dari seluruh pelosok NTT.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, pada Selasa (16/9/2025), sejumlah pengunjung membagikan pengalaman mereka saat mengunjungi Museum Kupang.
Intan, mahasiswa arsitektur, mengaku cukup terkejut saat pertama kali masuk museum.
“Mungkin karena suasananya sepi, jadi kesannya agak hening. Tapi koleksinya banyak dan menarik. Mungkin perlu ditambah unsur estetik dan pencahayaan supaya lebih hidup.”
Sementara itu, Sofia, mahasiswi Universitas Nusa Cendana, datang karena ingin mengenal kembali budaya lokal yang menurutnya mulai dilupakan.
“Rasanya senang bisa lihat langsung benda-benda budaya dari daerah sendiri. Jadi bisa belajar lagi tentang apa yang dulu pernah kita pelajari di sekolah, tapi sekarang mulai terlupakan.”
Ain Tami, pengunjung lainnya, mengaku sangat terkesan dengan fosil paus berukuran besar yang dipajang di salah satu ruang utama museum.
“Menarik sekali lihat fosil paus segede itu. Saya juga suka bagian koleksi pakaian adat dan perahu dari Alor dan Timor. Sayang masih belum banyak yang datang. Harapannya sih museum ini bisa lebih rame.”
Keberadaan Museum Kupang menjadi salah satu upaya nyata pelestarian budaya NTT di tengah derasnya arus modernisasi. Dengan koleksi yang kaya dan akses terbuka bagi masyarakat, museum ini diharapkan tak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga ruang belajar lintas generasi.
Museum terbuka setiap hari kerja dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 per orang.














