Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon dipimpin Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR, di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui, Kupang, Sabtu (30/5/2026). Tahbisan tersebut diikuti para calon diakon dari Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, dan Keuskupan Weetebula.
Dalam homilinya, Mgr. Edmund Woga menegaskan bahwa diakonat merupakan fondasi seluruh jenjang tahbisan dalam Gereja.
Menurut Uskup Weetebula, diakonat tidak sekadar menjadi tahap menuju imamat atau episkopat, melainkan mengandung rahmat pelayanan yang menjadi dasar bagi setiap pelayan tertahbis.
“Rahmat pelayanan yang diterima dalam tahbisan diakonat harus tetap hidup dalam diri imam maupun uskup. Martabat tahbisan terletak pada pengabdian kepada Allah dan pelayanan kepada umat, bukan pada kehormatan atau kedudukan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pelayanan kepada umat dan pengabdian kepada Allah harus menjadi semangat yang terus dipelihara pada setiap tingkat tahbisan.
Mgr. Edmund Woga juga mengingatkan agar umat tidak menempatkan pemimpin Gereja secara berlebihan hingga mengaburkan makna sejati pelayanan.
Menurut Uskup Weetebula, kehadiran uskup di tengah umat bukan untuk memperoleh perlakuan istimewa, melainkan untuk melayani dan berjalan bersama umat beriman.
“Semangat diakonat harus menjadi dasar hidup setiap pelayan Gereja. Semangat itu tampak dalam kerendahan hati, kesediaan melayani, dan pengabdian tanpa mencari kemuliaan diri,” katanya.
Tahbisan Diakon Tahun 2026 diikuti 30 frater, terdiri atas 10 frater dari Keuskupan Agung Kupang, 15 frater dari Keuskupan Atambua, dan lima frater dari Keuskupan Weetebula.














