Rayakan Dies Natalis ke-43, UNWIRA Kupang Siap Lanjutkan Komitmen Membangun NTT

UNWIRA yang didirikan pada 24 September 1982, merupakan buah karya Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) dalam bidang pendidikan.

Perayaan Dies Natalis UNWIRA ke-43 sekaligus peringatan 150 tahun SVD dan Syukuran Pelantikan Rektor UNWIRA

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, lembaga perguruan tinggi di bawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (YAPENKAR) Kupang tahun ini memasuki usia pelayanan yang ke-43.

UNWIRA yang didirikan pada 24 September 1982, merupakan buah karya Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) dalam bidang pendidikan.

Hingga saat ini, UNWIRA tercatat telah memiliki 7 fakultas, yakni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Filsafat (FF), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Sebagai ungkapan syukur atas pencapaian tersebut, pada Rabu (24/9), berlangsung Perayaan Dies Natalis ke-43 UNWIRA sekaligus Peringatan 150 tahun SVD, Pelantikan Rektor P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil, M.A., dan Ucapan Terima Kasih untuk P. Dr. Philipus Tule, SVD.

Bertempat di Aula St. Hendrikus Rektorat UNWIRA Kampus Penfui, perayaan itu diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh P. Yustinus Didimus Nai, SVD selaku Ketua Dewan Pembina YAPENKAR Kupang, didampingi sejumlah konselebrans, baik imam SVD, diosesan, dan beberapa ordo lainnya.

Ketua Pengurus YAPENKAR Kupang, P. Dr. Ubaldus Djonda, SVD, M.A., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Dies Natalis UNWIRA tidak sekadar menjadi momentum untuk mensyukuri rahmat perjalanan UNWIRA, melainkan juga untuk memperkuat komitmen dalam membangun kolaborasi kebersamaan dengan segenap civitas akademika UNWIRA, untuk terus mengembangkan  pendidikan dalam semangat katolik sesuai dengan spirit Santo Arnoldus Janssen.

Baginya, perayaan tersebut turut menentukan arah perjalanan selanjutnya, terutama untuk mengkokohkan visi, komitmen, dan dedikasi para pihak dalam membangun UNWIRA, diiringi oleh iman dan kepercayaan akan penyelenggaraan ilahi.

P. Ubaldus juga mengapresiasi kinerja lintas sektor, baik dosen, pegawai, dan mahasiswa, mitra kerja serta segenap misionaris, imam, dan biarawan SVD yang dengan caranya masing-masing telah ikut berpartisipasi dalam karya pendidikan UNWIRA.

Sementara itu, Rektor UNWIRA, P. Stef merefleksikan sejarah UNWIRA yang hanya dapat dihayati lewat rahmat Tuhan. Ia memaknai eksistensi UNWIRA sebagai buah kerja keras, dedikasi dan iman yang terus berakar pada Yesus Kristus.

Lebih lanjut, P. Stef mengutip Paus Fransiskus dalam Ensiklik “Fratelli Tutti”, yang menyebut universitas katolik sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pusat pendidikan manusia secara menyeluruh.

Menyikapi tantangan globalisasi, digitalisasi, krisis ekologi dan aneka persoalan sosial ekonomi di NTT, P. Stef meminta UNWIRA untuk menanggapinya melalui berbagai langkah nyata, yaitu meningkatkan kualitas akademik dan akreditasi unggul; memperkuat riset dan penelitian ilmiah yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat; mengembangkan kerja sama strategis dengan pemerintah, dunia usaha, gereja, dan universitas lain baik dalam negeri maupun luar negeri; memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan inovasi pembelajaran; serta membentuk mahasiswa sebagai insan kristiani yang berkarakter, berbela rasa dan memberi diri pada sesama.

P. Philipus, Rektor UNWIRA periode 2017-2021 dan 2021-2025, dalam kesan dan pesannya, menyampaikan permohonan maaf dan ungkapan terima kasih atas kebersamaan civitas akademika UNWIRA dalam mendukung kepemimpinannnya selama 2 periode sebelumnya.

Secara khusus, menyongsong Indonesia Emas 2045 dan 45 tahun usia UNWIRA pada 2 tahun mendatang, P. Philipus berharap agar UNWIRA dapat menghasilkan Guru Besar (Profesor) guna menguatkan komitmen dan kontribusi UNWIRA untuk masyarakat.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi yang tinggi kepada UNWIRA yang sepanjang 43 tahun, telah banyak menyumbangkan andil penting dalam pembangunan NTT, melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia yang unggul dan berdampak.

Di usia yang baru, juga bertepatan dengan sukacita 150 tahun SVD dan regenerasi kepemimpinan, ia berharap agar UNWIRA terus membentuk kaum intelektual yang tidak hanya berdaya tapi juga beriman, berintegritas dan siap menjadi saksi, terang serta garam dunia. Melalui kesinambungan visi dan misi UNWIRA dari rektor lama ke rektor baru, ia menginginkan UNWIRA untuk tetap bergerak maju dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Jebolan Seminari Menengah Pius XII Kisol itu, mendorong UNWIRA untuk selalu menjadi mitra Pemerintah Provinsi NTT yang kritis dan dialogis, demi mencapai NTT yang maju, sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.

Adapun perayaan Dies Natalis UNWIRA itu turut dimeriahkan oleh persembahan lagu dan tarian dari Program Studi Pendidikan Musik FKIP.