Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Radio TIRILOLOK menggelar acara “Viral NTT” pada Sabtu, (11/10/2025), dengan topik Penertiban Pesta. Narasumber yang hadir adalah Dr. Anton Bele, M.Si., seorang tokoh masyarakat sekaligus katekis, yang berbicara langsung dari studio Radio TIRILOLOK.
Kebijakan terbaru dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghimbau agar musik pesta dihentikan pukul 22.00 WITA, meskipun acaranya masih diperbolehkan berlangsung hingga pukul 24.00 WITA. Aturan ini dibuat untuk menanggapi keluhan masyarakat tentang kebisingan malam hari, sekaligus menjaga kenyamanan bersama. Penegakan aturan dilakukan oleh kepolisian dan Satpol PP.
Dalam dialog interaktif tersebut, Dr. Anton Bele mengatakan pentingnya disiplin terhadap waktu demi menciptakan kehidupan bersama yang tertib.
“Batasan waktu itu penting. Kalau kita biarkan musik berlangsung sampai tengah malam, lama-lama akan ada yang minta sampai jam satu pagi. Ini membuka ruang negosiasi yang justru merusak ketertiban,” ujarnya.
Anton Bele juga menegaskan bahwa aturan ini tidak hanya ditujukan untuk pesta, tetapi berlaku untuk semua bentuk kebisingan.
“Termasuk suara klakson di jalan atau orang latihan vokal dengan speaker keras. Semua harus dikendalikan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang adalah dosen atau mahasiswa seni yang harus mendengarkan latihan tersebut setiap hari. Oleh karena itu, penggunaan pengeras suara harus dibatasi demi kenyamanan bersama.
“Kalau mau latihan vokal, silakan saja. Tapi tidak perlu menggunakan pengeras suara berlebihan. Kita hidup berdampingan, jadi harus saling menghargai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anton Bele juga mengajak warga Kota Kupang untuk ikut merawat tanaman sepe yang mulai berbunga menjelang Desember, demi memperindah wajah kota.
“Kota ini harus tampak cantik dari ujung ke ujung. Kupang harus jadi kota yang benar, baik, bagus, dan berguna. Itu prinsip ‘Empat B’ yang harus kita pegang bersama,” ungkapnya.
Acara “Viral NTT” ditutup dengan ucapan terima kasih kepada Anton Bele atas kesediaannya berbagi pandangan selama satu jam penuh di udara.














