Ba’a, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pulau Ndao, Kamis 16 Oktober 2025 Dari tahta kasih, ia menjejaki bumi, Uskup mulia, hati penuh bakti. Bukan mencari hormat atau puji, namun menunaikan titah Sang Illahi. Motonya terukir, janji suci bergaung, Pasce Oves Meas “Gembalakanlah domba-domba-Ku,” sabda yang tak lekang.
Langkah kakinya ringan di tanah Ndao, membawa damai sejuk, menepis sunyi. Matanya memandang, bukan hanya bangunan, tapi setiap wajah, rumah jiwa yang bersemayam. Setiap umat tak terbilang nama, adalah mutiara, titipan Sang Bapa.
Ia datang, bukan sebagai penguasa, namun hamba para hamba, pelayan yang setia. Tangan terulur, menyentuh dahi renta, mendengarkan kisah, tanpa sekat, tanpa batas kata. Air mata duka, ia usap dengan lembut, memberi harapan di hati yang surut.
Ia mengajar dengan kata yang sederhana, menyentuh relung jiwa, membakar bara cinta. Tentang domba-domba yang harus diberi makan, Bukan roti dunia, tapi santapan sabda kebenaran. Ia menggembalakan, memimpin ke padang hijau, menjauhkan dari serigala, dari jurang yang merayu.
Dalam sakramen suci, hadirnya terasa dekat, Menyatukan kembali ikatan yang sempat terlewat. Doanya khusyuk, bagi yang sakit dan lemah, Mendoakan teguh, bagi langkah yang goyah. Karena cintanya tak bersyarat, tak bertepi, mencerminkan kasih agung, Sang Gembala Sejati.
Ketika saatnya tiba, ia pun berpamitan, namun meninggalkan benih iman yang menawan. Di balik jubahnya, hati seorang bapa, yang tulus menjaga, mengasihi tanpa rupa. Uskup yang berkunjung, membawa terang Kristus, menjadi saksi hidup: Cinta adalah tugas.
Gembalakanlah domba-domba-Ku,” kini melekat di hati umat, Sebagai pengingat akan kasih yang abadi, agung, dan kuat. Kami menanti lagi, kehadiran Sang Bapa Uskup, Gembala yang baik, yang mencintai hingga ke jantung hidup.














