Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi pegawai bagian administrasi dan keuangan yang berlangsung di area instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng. Kegiatan ini diikuti 27 peserta dan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT.
Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia PDAM, terutama dalam menyikapi perubahan regulasi dan standar pengelolaan perusahaan. Dua narasumber dari BPKP hadir memberikan materi dan diskusi teknis kepada para peserta.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK pada Selasa, (21/10/2025), Isidorus Lilijawa menyatakan pentingnya peningkatan kompetensi pegawai agar setiap unit kerja mampu menjawab tantangan dan menjalankan tugas secara profesional.
“Peningkatan kapasitas pegawai menjadi prioritas manajemen. Kami ingin seluruh unit mampu mengikuti ritme kerja yang cepat, adaptif, dan akuntabel,” ujarnya.
PDAM juga sedang menyusun agenda pelatihan tambahan bagi bagian teknik dan hubungan pelanggan guna memperluas keterampilan operasional di lapangan. Langkah ini dinilai sejalan dengan semangat percepatan dan perubahan yang tengah diusung perusahaan.
Di sisi lain, PDAM terus mendorong optimalisasi layanan air bersih, khususnya di sekitar SPAM Kali Dendeng. Saat ini, instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 160 liter per detik, namun baru melayani sekitar 3.000 sambungan rumah.
“Padahal kapasitas SPAM Kali Dendeng bisa melayani hingga 15.000 sambungan. Masih ada selisih sekitar 12.000 sambungan yang menjadi fokus pengembangan kami ke depan,” terang Isidorus.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang telah melakukan kunjungan langsung ke instalasi tersebut.
“Kehadiran Pak Wali Kota menjadi semangat bagi kami. Beliau menegaskan pentingnya optimalisasi kapasitas dan perluasan sambungan rumah untuk masyarakat,” katanya.
PDAM berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kementerian, dan BUMN, dapat mempercepat realisasi perluasan akses air bersih bagi warga Kota Kupang.














